Posts from the ‘~ Rohani ~’ Category

Contoh Liturgi Natal

Perayaan Natal

 

Thema         :       

 

Sub thema  :      

 

 

  1. Persiapan
  2. Prosesi

iii.         Ibadah

  1. Panggilan ibadah

L: Hari ini kita merayakan keselamatan kita. Keselamatan itu berlangsung dalam peristiwa yang sangat biasa. Seperti malam ini, kita mengingat Yusuf dan Maria, yang tidak memperoleh tempat penginapan di Bethlehem. Tetapi dalam keadaan seperti itulah Jurus’lamat datang. Demikianlah peristiwa keselamatan berawal dari kesederhanaan, kesunyian dan ketenangan. Marilah kita memasuki peribadahan dengan hati yang tertuju kepada sang pemberi keselamatan dan hidup, Tuhan Yesus Kristus.!

 

J; Bernyanyi KJ. No. 123: “S’lamat-s’lamat Datang”

S’lamat, s’lamat datang, Yesus, Tuhanku!

Jauh dari sorga tinggi kunjunganMu.

S’lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;

Damai yang Kaubawa tiada taranya, Salam, salam

Nyanyian malaikat nyaring bergema;  Gembala mendengarnya di Efrata: “Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!

Dalam kandang domba kau dapat bertemu.” Salam, salam!

 

  1. Votum-introitus-doA

P: Dalam Nama Allah Bapa, AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi, amin! Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.

 

J: Kemuliaan bagi  Bapa, dan Anak dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, slalu dan sampai selama-lamanya.

 

P: Marilah kita berdoa:

 Engkau memberikan AnakMu kepada kami untuk menyelamatkan kami dari dosa. Engkau membimbing kami dari kegelapan menuju terangMu, penuhi dan terangilah hati kami dengan RohMu, supaya kami semakin membenci dosa dan mulai merindukan firmanMu yang kudus. Berikanlah RohMu membimbing kami supaya kami bertambah baik dan menjadi teladan sesuai dengan Perintah Tuhan Yesus. Amin!

  1. Bernyanyi No: 101:1 “Alam Raya Berkumandang”

 

Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;

Dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema.

Glo…..ria in excelsis Deo! Glo…..ria in excelsis Deo!

 

  1. Pembacaan alkitab (epistel) mika 5:1-4

 

P: Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

J: Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.

P: Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,

J: Dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia.

P: Demikianlah firman Tuhan, “Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memilihara dala hatinya” Amen!

 

 

 

 

 

  1. Bernyanyi kj. No: 64:1-2 “Bila Ku Lihat Bintang Gemerlapan”

 

  • Bila ku lihat bintang gemerlapan, dan bunyi guruh riuh ku dengar,

Ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.

Maka jiwa ku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau Allahku!”

Maka jiwa ku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau Allahku!”

  • Ya Tuhanku, ‘pabila kurenungkan, pemberianMu dalam penebus,

‘ku tertegun: bagiMu di curahkan oleh putraMu darahNya kudus.

Maka jiwa ku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau Allahku!”

Maka jiwa ku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau Allahku!”

 

  1. Liturgi I “penciptaan”

Prolog: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur.

 

Kejadian 1: 1-2 Kejadian 1: 9-10
Kejadian 1 : 3-4 Kejadian 2 : 7
Kejadian 1 : 5-6 Mazmur 8 : 4
Kejadian 1: 7-8

 

  1. Bernyanyi KJ. No. 120 : 1 “ Hai Siarkan Di Gunung”

 

Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua,

                hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!

                Di waktu kaum gembala menjaga dombanya,

                Terpancar dari langit cahaya mulia.

                Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua,

                hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!

 

  1. Liturgi II

 

Prolog: Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan Hukum Taurat, karena justru oleh Hukum Taurat orang mengenal dosa.

 

Kejadian 6 : 5 Mazmur 51 : 3-4
Kejadian 6 : 6 Mazmur 51 :4-5
Kejadian 6 : 7 Mazmur 51 :5-6
Kejadian 7 : 18-19 Roma 3 : 11-12

 

  1. Bernyanyi KJ. No. 109 : 2+ 7 “ Hai Mari Berhimpun”

 

  • Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t’lah turun menjadi manusia.

Allah sendiri dalam rupa insan! Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

  • Hai para malaikat, angkatlah suaramu, biduan sorgawi, bernyanyilah!

Muliakan Allah, Bapa dalam sorga! Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

  1. Liturgi III (Menerima Firman/Hukum Tuhan)

Prolog: Karena semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, oleh karena itu Allah telah memberikan Firmannya kepada semua orang, agar tetap berjalan menurut firmannya. Dan Allah telah memberikan kasih karunianya, supaya semua orang selamat.

 

Keluaran 20: 1 Mazmur 62 : 12-13
Keluaran 20: 2 Mazmur 103 : 8-9
Keluaran 20: 3 Mazmur 103 : 10-11
Keluaran 20: 4 Mazmur 103 : 12-13

 

 

 

 

  1. Bernyanyi : KJ 110 : 1 “Di Betlehem T’lah Lahir Seorang Putera”

 

Di Betlehem t’lah lahir seorang Putera. Semoga ‘ku menjadi abadi milikNya, Sungguh, sungguh, abadi milikNya.

 

  1. Liturgi IV (Nubuat Kelahiran Tuhan Yesus)

Prolog:

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

 

Yesaya 11 : 1-2 Roma 1 : 3
Matius 2 : 23 Yesaya 7 : 14
Mazmur 2 : 7 Matius 1 : 22-23
Matius 3 : 16-17 Zakaria 9 : 9

 

  1. Bernyanyi kj. NO. 119 :1-2 “ HAI DUNIA GEMBIRALAH”

 

Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu! Di hatimu terimalah!/ Bersama bersyukur bersama bersyukur / bersama-sama bersyukur!

Hai, dunia, elukanlah Rajamu, Penebus!/  Hai bumi, laut/ gunung, lembah/ bersoraklah terus, bersoraklah terus, bersorak-soraklah terus!

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Liturgi v (Kelahiran Tuhan Yesus)

                Prolog   :              

Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

 

Lukas 2 : 10-11 Matius 1 : 21
Lukas 2 : 12-13 Matius 1 : 22-23
Lukas 2 : 14-15 Matius 2 : 1
Lukas 2 : 16-17 Matius 2 : 11

 

  1. Bernyanyi : KJ 118 : 1-2 “ Sunguh Mulia”

 

Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang kudus.

                Duka berakhir; Kristus t’lah lahir. Mari bernyanyi dengan merdu!

                                Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang kudus.

                                Damai ilahi nyata kembali. Mari bernyanyi dengan merdu!

 

  1. Liturgi (Kasih Karunia Allah)

Prolog: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah

 

Lukas 2 : 10-11 Matius 1 : 21
Lukas 2 : 12-13 Matius 1 : 22-23
Lukas 2 : 14-15 Matius 2 : 1
Lukas 2 : 16-17 Matius 2 : 11

 

 

 

 

  1. Bernyanyi KJ. No. 92 1-3 “Malam kudus” (Sambil menyalakan lilin)*

*Penyalaan lilin:

1.Pengkotbah                    :              

2.Ketua panitia natal      :

3.Mewakili Guru              :

4.Mewakili anak didik   :

5.Mewakili orangtua      :

  • Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.

Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus;

Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.

  • Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;

bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:

“Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!”

  • Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat

tercermin bagi kami terus di wajahMu, ya Anak kudus,

cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.

 

  1. Renungan natal
  2. Bernyanyi KJ. No. 99: 1-3 “GITA SORGA BERGEMA” (Sambil mengumpulkan persembahan)

 

  • Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!

Damai dan sejahtera turun dalam dunia.”

Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,

Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, T’rang ajaib!

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

  • Yang di sorga disembah Kristus, Raja yang baka,

lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.

Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;

dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

  • Raja Damai yang besar, Surya Hidup yang benar,

menyembuhkan dunia di naungan sayapNya,

tak memandang diriNya, bahkan maut dit’rimaNya,

lahir untuk memberi hidup baru abadi!

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

 

  1. Pengutusan

P: Ya Allah sumber segala Kasih Karunia! Lihatlah kami umatMu dengan segala keberdosaan kami. Kami mengaku dan sadar bahwa jika kami berjalan sendiri maka kami tidak akan mampu, tapi kami bersyukur kepadaMu ya Tuhan karena Engkau membimbing kami dan masih berkenan kepada kami.

J:             Segala hormat, puji dan kemuliaan hanya bagi Allah sang Raja!

P:            Sekarang kami yakin, karena Tuhan telah hadir dalam hidup kami maka kami akan mendapatkan berkatMu. Berkatilah setiap anak-anakMu yang berada ditempat ini. Bimbinglah mereka menurut kehendakMu, sehingga mereka tahu aturan yang benar seperti yang Engkau berikan kepada kami.

J:             Segala hormat, puji dan kemuliaan hanya bagi Allah sang Raja!

P:            Terimalah kami Ya Tuhan Allah kami dalam KerajaanMu sehingga kami dapat tinggal bersama-sama dengan Engkau dalam kehidupan dunia yang kekal sebagaimana yang telah Engkau janjikan bagi kami. Amin!

 

  1. Doa persembahan-doa berkat-penutup

 

  1. Pembagian hadiah natal

 

Doaku

JESUS LOVES HIS CHURCH

Doa

Gambar

pilihanku

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Renungan Natal 2010

Renungan Natal 2010

Natal tak selalu harus dirayakan dengan meriah dan penuh semarak, karena kisah natal diawali di Betlehem yang sunyi.

Natal tak harus dirayakan dengan kemewahan, karena natal yang pertama dirayakan dengan penuh kesederhanaan.

Pohon terang memang indah,karna kerlap kerlip lampu hias dan aksesoris yang bergantungan membuat natal menjadi begitu hidup, tapi apa artinya semuanya itu kalau kerlap kerlip pohon terang itu tak mampu menyinari hati kita yang gelap?

Anak kecil selalu memiliki ekspresi yang mencengangkan dalam menyambut natal. Tak pernah mereka menyambutnya biasa-biasa saja, mereka selalu takjub dengan natal. Takjub dengan indahnya pohon terang disertai sejumlah kado dibawahnya. Takjub dengan lagu-lagu natal yang ceria. Semuanya tampak sedemikian indah. Masihkah kita juga memiliki rasa takjub dengan natal? Takjub akan pengorbaban Tuhan. Takjub akan kerendahan hati Sang Mesias. Takjub akan ketaatan Yusuf dan Maria. Takjub akan kesederhanaan para gembala. Takjub akan tekad para Majus untuk melihat Raja yang baru lahir.

Alangkah indahnya kalau kita bisa kembali kepada natal yang pertama. Merasakan natal dalam kesunyian, membuat jiwa kita lebih peka dengan suaraNya. Merasakan natal dalam kesederhanaan, menggugah empat kita terhadap sesama yang hidup dalam kekurangan, yang dilanda bencana atau yang sedang dirundung kesedihan. Merasakan natal dalam hembusan damai, mengusir jiwa yang gelisah dan galau.

 

Kita bertemu di dunia maya dan menjadi sahabat du dunia maya juga,Oleh karna itu kita tak bias beejabat tangan sebagai tanda persahatan selayaknya sahabat yang selalu berada di samping kita,maka lewat pesan singkat inilah

Saya Benhawerd Simanjuntak Mengucapkan

Selamat Hari Natal 25 Desember 2010

Dan

Tahun Baru 01 Januari 2011

Salam Damai Buat Kita Semuanya

Tuhan Berkati Dimanapun Kita Berada.

 

 

 

Ranting yang tak berbuah…

Pekanbaru 18 september 2010

Ranting yang tak berbuah…

Jika ranting yang tak berbuah itu di umpamakan kepada seorang anak.Apakah akan benasib sama seperti ranting itu…???

Jika harus bernasib sama alangka sedih dan malangnya nasib sang anak tersebut,dia akan terbuang dari keluarga,teman – teman lingkungan,dan dari semuanya,apakah di dunia ini tak ada tempat bagi anak  yang tak bisa berbuah …???Padahal sang anak masih bisa berbuat baik kepada sesamanya,dan masih bisa memberikan kasih sayangnya kepada semua saudara – saudaranya dan juga keluarganya,akan tetapi itu semua tak ada gunanya jika tak bisa meneruskan garis keturunannya. Terkadang karna tuntutan seperti itu seorang anak ennggan tuk pulang kekampung halamannya karna dia tak bisa meneruskan garis keturunan keluarganya,Jadi sang anak tersebut menjadikan tempat perantaunya menjadi pelariannya . Bahkan sang anak akan menetap di sana sepanjang hidupnya dan tak mau pulang kekampung halamannya jika tidak karna terpaksa.Apakah hal seperti itu harus terjadi jika seorang anak yang tak bisa meneruskan  garis keturunannya…???

Pilihan

Berteman Dengan Elang Atau Srigala

Hidup Anda sebagian besar ditentukan oleh orang-orang yang bersama-sama dengan Anda. Jika Anda berlari bersama seekor srigala, Anda akan belajar cara melonglong. Tapi jika Anda bergaul dengan elang, Anda akan belajar cara membumbung tinggi di angkasa.

Amsal 13:20 berkata,” Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”

Wajah seseorang dipantulkan oleh cermin, namun seperti apa Anda sesungguhnya dicerminkan oleh orang-orang yang bergaul erat dengan Anda – entah itu baik, entah itu buruk.

Percaya atau tidak : hampir semua kesedihan berasal dari hubungan dengan orang yang salah. Semakin sedikit Anda berhubungan dengan orang yang negative, semakin banyak kemajuan yang bisa Anda capai. Setiap kali Anda kompromi dengan kekurangan orang lain, berarti Anda sedang menambah kekurangan Anda. Lebih baik Anda sendiri dari pada berteman dengan orang tidak baik.

Jika Anda merasa mundur dua langkah setiap kali berusaha membuat kemajuan satu langkah, hal itu bisa dikarenakan Anda telah mencampur adukkan pergaulan baik dan buruk dalam hidup Anda.

Jika seorang pemalas tidak membuat Anda merasa terganggu, mungkin itu tandanya bahwa Anda sama seperti dia.

Pilihlah siapa yang akan menjadi teman dekat Anda dengan hati-hati. Pepatah kuno berkata, “Orang yang berbaring bersama anjing akan bangun bersama kutunya.” Thomas Carlyle mengatakan, “Tunjukkan kepada saya orang yang Anda hormati, dan saya akan tahu orang seperti apa Anda, karena hal itu menunjukkan pada saya sosok manusia ideal Anda, dan bahwa Anda ingin menjadi orang seperti itu.