Posts from the ‘~ Kisah Hidup ~’ Category

Anak Korek Api

Telinga sahabatku itu gatal.lalu menggunakan jari kelingkingnya  untuk menghilangkan rasa gatal.Karena jari kelingking tidak bisa masuk  hingga kedaerah  sasaran,rasa gatal tidak hilang.Lalu dia meminjam korek api temannya.Dia ambil satu lalu memasukkannya kedalam telinga,.Kotoran yang di telinga bisa dikeluarkan,dan rasa gatalnya hilang .Baru timbul rasa puas dan cerita berlanjut tentang kotoran-kotoran yang  biasa mengganggu dalam tubuh.Kotoran-kotoran yang tidak diundang ini bisa  mengganggu aktifitas setiap hari.

Ada yang bercerita,karena  makan telor bebek setiap hari dicampur dengan Jamu pasak bumi yang katanya bisa menjaga stamina laki-laki. Seminggu kemudian,bisul muncul didaerah pantat,ketiak dan punggung.Maksudnya menjaga kebugaran,yang muncul justeru bisul didaerah tubuh yang mengganggu kenyamanan.Bisul itu kata paramedis timbul karena “darah kotor”
Mengapa hal-hal kotor itu bisa singgah dalam tubuh manusia? Saya menyimpulkan ,itu bisa saja hadir ditubuh kita karena”gaya hidup” yang tidak sehat. Belum lagi kotoran-kotoron yang  sudah melekat dalam pikiran kita,seperti mudah  tersinggung  karena menyimpan perasaan dendam.Orang demikian saya gambarkan seperti anak korek api,bila mendapat gesekan ke amunisinya langsung terbakar.Sedikit saja tersinggung langsung  meledak amarahnya.Kita tentu  tidak menginginkan hal-hal demikian.Lalu bagaimana kita merobah bila itu sudah melekat dalam diri kita?
Hanya  dengan tekad mau membersihkan  diri kita saja dan penguasaan diri kita bisa terbebas. Kita bisa belajar dari kesabaran Ayub mengatasi tekanan cobaan yang menimpa keluarganya.Sekalipun isterinya mempengaruhinya untuk meninggalkan Allah.Ayub berkata,”tak ada rencana Tuhan yang gagal dalam hidupku.”

Sebelum Musa mendapat didikan Allah di padang gurun,dia adalah orang cepat naik darah,impulsif dan sombong.Seandainya Tuhan tidak melatih Musa sebagai penggembala domba di Midian,belum tentu karakternya berubah.Karakter Musa ditolong lewat pengalamannya di padang gurun selama 40 tahun. Pengalaman itu yang menempanya menjadi manusia yang tabah,punya empati  dan punya perhatian terhadap sekitarnya .
Gaya hidup yang selalu bergantung kepada Allah saja  yang memberi kepada kita kemampuan merubah sifat-sifat negative yang sudah melekat dalam diri kita.

Sebagai penutup ,saya mengucapkan ” SELAMAT BERSIH-BERSIH ”

copast dari tetangga

Luka itu berdarah lagi …

Luka itu berdarah lagi …

Sebelumnya hati ini telah bulat dan telah tertutup rapat  bagi siapapun karna takut akan kecewa maka hati inipun kutup kembali ,entah apa yang terjadi dengan hati dan perasaan ini ketika cinta seorang gadis datang mengetuk pintu hati ini ,walau pintu hati ini telah kukunci rapat2 dan kebekuan di hatipun sudah membeku bagaikan sebuah batu yang tertimbung di gunung salju,akan tetapi ketika sang cinta datang dan menghapiri   maka pintu hati inipun  terbuka kembali, dan karna panasnya api cinta yang di berikan akhirnya kebekuan itu mencair dan cintapun mulai tumbuh dengan sendirinya…

Seiring waktu berjalan  benih cinta yang ditanampun kini mulai bersemi,dan janji2pun mulai di terukir dengan kata2 yang indah di dalam hati  seolah2 takkan ada lagi yang bias menghancurkan hati ini karna telah terjaga oleh dua cinta yang telah bersatu…

Dan seiring waktu pula cinta yang terjalin sudah kini mulai di terjang badai asmara yang begitu dasyat dan cinta yang ku pertahankan akhirnya hancur karna sang gadis tergila2 oleh gemerlapnya dunia malam dan silaunya emas permata yang di suguhkan oleh sang badai,akhirnya cinta pun sirna ditelan kilauan cahaya  emas permata yang begitu indahnya jika di pandang dengan mata.dan ternyata cinta yang di berikan selama ini hanyalah cinta palsu semata…

Akhirnya hari2ku kembali lagi seperti dulu ya itu kujalani lagi dengan sendiri,dan sepertinya kesendirian ini masih panjang,dan tak tau entah kapan ini akan berakhir,janji yang telah terucap pupus sudah hanya karna kesilauan harta semata,dan cinta sucipun yang terjalin sedemikian kuat putus sudah di tengah jalan,dan hati yang belum sembuh dari luka yang lama kini tergores lagi dan berdarah kembali entah sampai kapan darah di luka ini berhenti mengalir ……..dan tak akan tergores lagi oleh cinta palsu…??

Akan tetapi untuk saat ini aku masih menikmati kesendirian ini dulu karna luka itu masih belum kering dan kuharap suatu saat nanti ada yg bias mengobati luka di hati ini dan takakan menggoresnya kemali dengan sayatan cinta palsu…

By : Benhawerd Simanjuntak

Yang Tidak Bisa Diucapkan Ayah

“YANG TIDAK BISA DIUCAPKAN AYAH”

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…..
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu….

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,  Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa
kaku untuk memelukmu?  Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan member tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang
Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang
sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…. Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis… Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita… tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hati

Office Boy, Bukanlah Profesi Impian

Office Boy, Bukanlah Profesi Impian

Pada suatu pagi, ketika saya memasuki ruangan di kantor, lho kok ruangan masih agak berantakan dengan gelas berisi sisa minuman kemarin malam, tempat sampah yang masih penuh dengan potongan kertas bekas dan meja yang penuh debu, ternyata hari itu office boy tidak masuk kerja karena sakit, segera saja saya bergegas untuk merapikan meja kerja dan mencuci gelas, barulah saya mulai bekerja seperti biasanya.

Keberadaan office boy yang biasa disebut juga OB sangatlah penting, walaupun menjadi OB bukanlah cita-cita yang didambakan oleh setiap orang. Di kantorku di masing-masing bagian mempunyai seorang OB yang bertugas mulai dari merapikan ruangan termasuk mengepel lantai, mendistribusikan internal memo ke bagian lain, sampai dengan mencuci segala peralatan makan dan bahkan masih pula diberi tugas tambahan untuk dimintakan tolong membeli makanan untuk makan siang para staff ataupun ke bank untuk mencairkan cek untuk petty cash masing-masing bagian dan aneka pekerjaan lainnya seperti menyiapkan minuman untuk peserta rapat.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menanyakan kepada seorang OB yang baru saja bergabung di bagianku, apa alasannya memilih pekerjaan sebagai OB, ternyata alasannya sederhana karena dalam kondisi saat ini di mana tingkat persaingan di dunia kerja yang cukup ketat dengan bermodalkan ijasah SMU dan sudah lama melamar pekerjaan di mana-mana tetapi belum ada hasilnya, makanya diterimalah posisi OB ini, dan katanya bekerja sebagai apa saja untuk sementara waktu daripada memberatkan beban orang tua dan setidaknya bisa mengurangi jumlah pengangguran yang kian bertambah pada saat ini, dan kepada OB senior yang usianya cukup lanjut, ternyata alasannya betah bekerja di kantorku dan tidak mempunyai ketrampilan lain  dan biarlah anak-anaknya kelak berprofesi lebih baik daripada sang ayah. Ternyata menjadi seorang OB, bukanlah sebuah profesi impian, walaupun keberadaan OB sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan.

Untuk menambah penghasilan para OB, biasanya setiap orang yang meminta jasa OB untuk membelikan makanan siang, akan memberikan uang tip dan rata-rata para OB ini akan bekerja lembur sampai jam 19.00 atau lebih setiap harinya dan terkadang bila ada staff yang masuk pada hari Sabtu, mereka juga ikut masuk bekerja. Pada saat mendekati hari raya, biasanya para staff mengumpulkan dana untuk diberikan kepada para OB sebagai tanda terima kasih atas jasa OB selama ini.

Para OB di kantorku, secara total ada sekitar 20 orang, mereka cukup sangat kompak dengan sesama rekan OB, misalnya suatu hari ada salah seorang OB yang mendapat kecelakaan motor di jalan raya, secara suka rela para OB bergantian untuk menunggu OB yang sakit di rumah sakit, begitu pula jika ada salah satu dari mereka yang akan melangsungkan pernikahan, dengan sigap mereka saling membantu mulai dari mendistrisbusikan undangan pernikahan dan hingga menjadi panitia, dan secara berkala para OB beserta keluarganya suka mengadakan acara jalan-jalan bersama dengan meminta partisipasi dana dari para staff dan biasanya keesokan harinya para staff diberikan oleh-oleh berupa makanan ringan daerah setempat.

Secara struktur organisasi di kantorku, para OB ini bertanggung jawab pada bagian umum, tetapi secara harian bertanggung jawab pada bagian di mana OB ini ditempatkan, dan kita dapat juga mengajukan promosi untuk OB yang bekerja di bagian kita menjadi staff. Untuk OB yang ditempatkan di bagianku, biasanya OB ini dilatih oleh saya dan teman-teman untuk pekerjaan administrasi ringan seperti cara merapikan dan mencari file, mempelajari komputer  seperti mengetik di Microsoft office word dan excel di waktu luang mereka dan rata-rata OB ini senang mendapat perhatian dan bimbingan dari para staff untuk kemajuan jenjang kariernya.

Ada salah seorang OB di bagianku melanjutkan kuliah malam setelah pulang bekerja, dan saat ini OB tersebut telah dipromosikan menjadi salah seorang staff di bagianku dan seorang OB lainnya yang tidak melanjutkan kuliah, tetapi cukup telatan dan rapi dalam mengatur file juga telah dipromosikan menjadi staff file. Untuk menggantikan OB yang telah dipromosikan, biasanya kita dapat meminta OB pengganti, yaitu dari bagian cleaning service yang dilatih untuk menjadi OB.

Penghasilan seorang OB biasanya sesuai dengan upah minimum propinsi, yang ditetapkan oleh pemerintah dan biasanya uang tip dan hasil kerja lemburnya yang cukup besar sehingga dengan penghasilannya para OB dapat mencicil rumah tinggal dan motor serta dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya beserta keluarga.

Walaupun terkadang keberadaan OB seringkali terlupakan dalam suatu struktur organisasi tetapi para OB memegang peranan yang penting sebagai bagian dari sebuah perusahaan, ketika saat OB tidak masuk bekerja, kita agak sedikit kerepotan untuk mengurus beberapa hal yang biasa dilakukan oleh OB.

” Copy paste ”

kisah office boy

Kisah dibawah ini merupakan sosok keteladanan Seorang Pemimpin…Semoga dapat menginspirasi..:

Have a great Day….

Ini ada kisah seorang Office Boy, semoga bermanfaat terima kasih.
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan,
dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.
Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya
tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.
Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, “Yang
terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata”tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.
Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih”kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya.
Terima kasih sekali lagi. Kiranya Tuhan selalu memberkati dan menyertai Bapak dimanapun Pak
Direktur berada. Amin.”
Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.
Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.
Pembaca Yang Budiman ,
Tiga kata “terimakasih, maaf, dan tolong” adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia
yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.
Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.
Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

” copy paste milist sebelah “

Janji itu utang

“JANJI”

(A touching story from India)

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca
koran, “berapa lama lagi kamu baca koran itu?
Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang
untuk makan.”

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya,
namanya Sindu tampak ketakutan air matanya mengalir. Di
depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt
(nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan
termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat
tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih
kuno mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada
“cooling effect”.
Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang,
demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini?
Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.”
Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang
punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air
mata dengan tangannya dan berkata, “boleh ayah…. akan
aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi
semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta…”
agak ragu2 sejenak… “…akan minta sesuatu sama ayah
bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi
permintaanku? ” Aku menjawab, “Oh pasti sayang”.
Sindu tanya sekali lagi, “betul ayah?”
“Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku
yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.
Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,
istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata
tanpa emosi, “janji” kata istriku. Aku
sedikit khawatir dan berkata: “Sindu jangan minta
komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat
ini tidak punya uang.” Sindu menjawab,”jangan
khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok.”
Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya
sangat menderita dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu.
Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa
Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku
dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku
dan juga ibuku) tertuju kepadanya.
Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari
Minggu. Istriku spontan berkata, “permintaan gila,
anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!” Juga
ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia
terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak
kebudayaan kita.
Aku coba membujuk: “Sindu kenapa kamu tidak minta hal
yang lain kami semua akan sedih melihatmu
botak.” Tapi Sindu tetap dengan pilihannya,
“tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain,” kata Sindu.  Aku coba
memohon kepada Sindu, “tolonglah kenapa kamu tidak
mencoba untuk mengerti perasaan kami.” Sindu
dengan menangis berkata, “ayah sudah melihat bagaimana
menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah
sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah
sekarang mau menarik perkataan ayah sendiri? Bukankah ayah
sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi
janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti
Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk
memenuhi janjinya raja rela memberikan tahta, kekuasaannya,
bahkan nyawa anaknya sendiri.”
Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku,
“janji kita harus ditepati.”
Secara serentak istri dan ibuku berkata,”apakah aku sudah gila?”
“Tidak,” jawabku, “kalau kita menjilat ludah
sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai
dirinya sendiri.” “Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”
Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya
besar dan bagus. Hari senin aku mengantarnya ke
sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke
kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum
aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak
laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong
tunggu saya.” yang mengejutkanku ternyata kepala anak
laki2 itu botak aku berpikir mungkin “botak” model
jaman sekarang.
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari
mobil dan berkata, “anak anda, Sindu benar2 hebat. Anak
laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah
anak saya, dia menderita kanker leukemia.”
Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air
matanya mulai meleleh dipipinya “bulan lalu Harish
tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi
botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2
sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan
berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang
mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka
kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk
anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati

Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”
Aku berdiri terpaku.Dan tidak terasa air mataku meleleh.
Malaikat kecilku… tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.

Hati seorang ayah

HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya,
tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang
mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai
suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah ,
mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari
kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai
di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita
itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku,
kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya,
membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya
lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan
badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benarbenar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.”Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia

tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu
seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali.
Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian
kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman
teduh dan terlindungi. “

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat
pula untuk melindungi seluruh keluarganya. “

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap
nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan
bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia
mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. “

“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya
pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat
panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup
kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga
perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah
disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari
jerih payahnya.”

“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa
adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan
kesakitan kerap kali menyerangnya. “

“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun
juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai
hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan
rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan
perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang
menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi &
mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan
pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa
Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang
baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi
perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali
kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada
Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta
saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa
Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan
BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki
yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya,
keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. “

“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia
& Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut &
berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya
yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan
mencium telapak tangan Ayanya. ” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU,
AYAH.”

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu
agung,
tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah… “.

NB: Berbahagialah yang masih memiliki Ayah,Dan lakukanlah yang
terbaik untuknya