“ Sayapku Telah Patah ”

Gambar
Sayapku telah patah, tapi tak menjadi alasan ku akan menahanmu untuk terbang lebih tinggi, itu yang terpikir hari itu saat ku tahu kau memilih yang lain, bukan tak mencintaimu untuk tak menahan pergimu apalagi melontarkan ketidak-setujuanku saat itu . Tapi jauh sebelum itu, ku cukup tahu diri bahwa tak ada hal istimewa dariku untuk harus dipertahankan. Maka ketika kau pergi, ku hanya diam dalam bisuku, dalam pedihnya perasaanku.

Sayapku tak mampu lagi untuk mengepak, tapi itu bukan alasan bagikku tuk memintamu berjalan bersamaku lantas kau tak lagi mengangkasa, Itu yang terpikir hari itu saat kau mengatakan telah memilih hati yang lain, bukan tak mencintaimu untuk tak memaksamu memilihku saja. Tapi jauh sebelum itu, ku cukup tahu diri bahwa aku tak pernah bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Maka ketika kau tak lagi untukku, ku hanya nanar dalam , dalam luka asaku. Dan dalam kekosonganku

Tak usah cemaskanku, sayapku patah mungkin tak mampu membuatku terbang menujumu, tapi jauh di bawah sini doaku selalu melangit untuk kebahagiaanmu, karena tak lagi penting apakah suatu saat ku bisa kembali terbang bersamamu atau tidak, hanya ku ingin kau tetap terbang walau tak lagi denganku.

Tidak usah cemas atas patahnya sayapku, karena kau tahu? untuk mencintaimu dengan atau tanpa sayap pun aku bisa melakukannya. Mungkin kau lupa, sebelum kau memberiku sayap, jauh sebelumnya aku telah mencintaimu, dan itu cukup untuk menjelaskan mengapa aku mampu mencintaimu, bahkan ketika kau tak lagi memilihku.

Aku baik-baik saja dan akan baik-baik saja, selama ku bisa menatapmu dalam doaku. Bahagiamu, bahagiaku… maka ku mohon untuk satu hal itu ,kabulkanlah untukku. Jikapun kau melihat air mataku atau kesakitan di rasaku, tenanglah… itu hanya rindu yang kadang lebih kuat dari tegarku.
Dan tentang ku menghindarimu, semoga tak pernah terpikir olehmu bahwa itu karena kebencian. Tentu saja itu tak mungkin, aku hanya terlalu malu bahwa begitu lama ku tak menyadari sayap yang tak lagi untukku, ku paksa menerbangkanku untuk berada di sisimu. Maafkan aku, untuk tak menyadarinya, menyadari begitu lama memaksamu mencintaiku.
***
Hingga di detik ini, cintaku masih sama bahkan mungkin bertambah, sayangnya satu sayap takkan mampu menerbangkanku. Rinduku pun tetap sama, bahkan perihal sapaan “hari ini” yang meski hanya kebetulan belaka, masih mampu mendetakkan jantungku sama setiap kau menyapaku diwaktu lalu, namun jujur aku takkan mampu dengan kekebetulan apapun itu. Aku tak bisa, di sisimu lantas tak menjadi sesiapa, aku tak bisa.
Jika saja boleh meminta, untuk takdirku. Bagiku tak mengapa jika kau bukan untukku asal kau selalu bahagia.