Luka itu berdarah lagi …

Sebelumnya hati ini telah bulat dan telah tertutup rapat  bagi siapapun karna takut akan kecewa maka hati inipun kutup kembali ,entah apa yang terjadi dengan hati dan perasaan ini ketika cinta seorang gadis datang mengetuk pintu hati ini ,walau pintu hati ini telah kukunci rapat2 dan kebekuan di hatipun sudah membeku bagaikan sebuah batu yang tertimbung di gunung salju,akan tetapi ketika sang cinta datang dan menghapiri   maka pintu hati inipun  terbuka kembali, dan karna panasnya api cinta yang di berikan akhirnya kebekuan itu mencair dan cintapun mulai tumbuh dengan sendirinya…

Seiring waktu berjalan  benih cinta yang ditanampun kini mulai bersemi,dan janji2pun mulai di terukir dengan kata2 yang indah di dalam hati  seolah2 takkan ada lagi yang bias menghancurkan hati ini karna telah terjaga oleh dua cinta yang telah bersatu…

Dan seiring waktu pula cinta yang terjalin sudah kini mulai di terjang badai asmara yang begitu dasyat dan cinta yang ku pertahankan akhirnya hancur karna sang gadis tergila2 oleh gemerlapnya dunia malam dan silaunya emas permata yang di suguhkan oleh sang badai,akhirnya cinta pun sirna ditelan kilauan cahaya  emas permata yang begitu indahnya jika di pandang dengan mata.dan ternyata cinta yang di berikan selama ini hanyalah cinta palsu semata…

Akhirnya hari2ku kembali lagi seperti dulu ya itu kujalani lagi dengan sendiri,dan sepertinya kesendirian ini masih panjang,dan tak tau entah kapan ini akan berakhir,janji yang telah terucap pupus sudah hanya karna kesilauan harta semata,dan cinta sucipun yang terjalin sedemikian kuat putus sudah di tengah jalan,dan hati yang belum sembuh dari luka yang lama kini tergores lagi dan berdarah kembali entah sampai kapan darah di luka ini berhenti mengalir ……..dan tak akan tergores lagi oleh cinta palsu…??

Akan tetapi untuk saat ini aku masih menikmati kesendirian ini dulu karna luka itu masih belum kering dan kuharap suatu saat nanti ada yg bias mengobati luka di hati ini dan takakan menggoresnya kemali dengan sayatan cinta palsu…

By : Benhawerd Simanjuntak