Archive for Desember, 2010

Renungan Natal 2010

Renungan Natal 2010

Natal tak selalu harus dirayakan dengan meriah dan penuh semarak, karena kisah natal diawali di Betlehem yang sunyi.

Natal tak harus dirayakan dengan kemewahan, karena natal yang pertama dirayakan dengan penuh kesederhanaan.

Pohon terang memang indah,karna kerlap kerlip lampu hias dan aksesoris yang bergantungan membuat natal menjadi begitu hidup, tapi apa artinya semuanya itu kalau kerlap kerlip pohon terang itu tak mampu menyinari hati kita yang gelap?

Anak kecil selalu memiliki ekspresi yang mencengangkan dalam menyambut natal. Tak pernah mereka menyambutnya biasa-biasa saja, mereka selalu takjub dengan natal. Takjub dengan indahnya pohon terang disertai sejumlah kado dibawahnya. Takjub dengan lagu-lagu natal yang ceria. Semuanya tampak sedemikian indah. Masihkah kita juga memiliki rasa takjub dengan natal? Takjub akan pengorbaban Tuhan. Takjub akan kerendahan hati Sang Mesias. Takjub akan ketaatan Yusuf dan Maria. Takjub akan kesederhanaan para gembala. Takjub akan tekad para Majus untuk melihat Raja yang baru lahir.

Alangkah indahnya kalau kita bisa kembali kepada natal yang pertama. Merasakan natal dalam kesunyian, membuat jiwa kita lebih peka dengan suaraNya. Merasakan natal dalam kesederhanaan, menggugah empat kita terhadap sesama yang hidup dalam kekurangan, yang dilanda bencana atau yang sedang dirundung kesedihan. Merasakan natal dalam hembusan damai, mengusir jiwa yang gelisah dan galau.

 

Kita bertemu di dunia maya dan menjadi sahabat du dunia maya juga,Oleh karna itu kita tak bias beejabat tangan sebagai tanda persahatan selayaknya sahabat yang selalu berada di samping kita,maka lewat pesan singkat inilah

Saya Benhawerd Simanjuntak Mengucapkan

Selamat Hari Natal 25 Desember 2010

Dan

Tahun Baru 01 Januari 2011

Salam Damai Buat Kita Semuanya

Tuhan Berkati Dimanapun Kita Berada.

 

 

 

Luka itu berdarah lagi …

Luka itu berdarah lagi …

Sebelumnya hati ini telah bulat dan telah tertutup rapat  bagi siapapun karna takut akan kecewa maka hati inipun kutup kembali ,entah apa yang terjadi dengan hati dan perasaan ini ketika cinta seorang gadis datang mengetuk pintu hati ini ,walau pintu hati ini telah kukunci rapat2 dan kebekuan di hatipun sudah membeku bagaikan sebuah batu yang tertimbung di gunung salju,akan tetapi ketika sang cinta datang dan menghapiri   maka pintu hati inipun  terbuka kembali, dan karna panasnya api cinta yang di berikan akhirnya kebekuan itu mencair dan cintapun mulai tumbuh dengan sendirinya…

Seiring waktu berjalan  benih cinta yang ditanampun kini mulai bersemi,dan janji2pun mulai di terukir dengan kata2 yang indah di dalam hati  seolah2 takkan ada lagi yang bias menghancurkan hati ini karna telah terjaga oleh dua cinta yang telah bersatu…

Dan seiring waktu pula cinta yang terjalin sudah kini mulai di terjang badai asmara yang begitu dasyat dan cinta yang ku pertahankan akhirnya hancur karna sang gadis tergila2 oleh gemerlapnya dunia malam dan silaunya emas permata yang di suguhkan oleh sang badai,akhirnya cinta pun sirna ditelan kilauan cahaya  emas permata yang begitu indahnya jika di pandang dengan mata.dan ternyata cinta yang di berikan selama ini hanyalah cinta palsu semata…

Akhirnya hari2ku kembali lagi seperti dulu ya itu kujalani lagi dengan sendiri,dan sepertinya kesendirian ini masih panjang,dan tak tau entah kapan ini akan berakhir,janji yang telah terucap pupus sudah hanya karna kesilauan harta semata,dan cinta sucipun yang terjalin sedemikian kuat putus sudah di tengah jalan,dan hati yang belum sembuh dari luka yang lama kini tergores lagi dan berdarah kembali entah sampai kapan darah di luka ini berhenti mengalir ……..dan tak akan tergores lagi oleh cinta palsu…??

Akan tetapi untuk saat ini aku masih menikmati kesendirian ini dulu karna luka itu masih belum kering dan kuharap suatu saat nanti ada yg bias mengobati luka di hati ini dan takakan menggoresnya kemali dengan sayatan cinta palsu…

By : Benhawerd Simanjuntak

Pria yang Menikah Punya Perilaku yang Lebih Baik

Pria Yang Menikah Punya Perilaku Yang Lebih Baik

Antara – Selasa, 7 Desember


Pria Yang Menikah Punya Perilaku Yang Lebih Baik

New York (ANTARA/Reuters Life!) – Pria cenderung akan bersikap lebih baik saat mereka menikah –hal itu terjadi karena pernikahan tampaknya membantu pria memperbaiki sikap mereka dan pria yang punya sikap lebih baik cenderung menjadikan pernikahan sebagai hal utama menurut penelitian di Amerika Serikat.

S. Alexandra Burt dan koleganya di Universitas Negeri Michigan juga menemukan bahwa pria yang kurang punya perilaku yang buruk cenderung akhirnya akan menikah.

Di antara pria-pria yang menikah beberapa menunjukkan bahwa tanda perilaku-perilaku buruk –terutama tindakan yang berhubungan dengan penyakit antisosial seperti perilaku kriminal, berbohong, agresif dan kurang punya belas kasihan– berkurang setelah mereka mengikat diri dalam pernikahan.

Burt mengatakan bahwa pria yang menikah “pada awalnya bukanlah seorang yang antisosial dan bahkan setelah mereka menikah sikap antisosial itu makin berkurang.”

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam “Archives of General Psychiatry” edisi Desember, Burt dan koleganya meneliti 289 pasang pria kembar selama 12 tahun, sejak usia 17 hingga 29 tahun. Lebih dari separuhnya adalah kembar identik.

Pria yang menikah selama masa penelitian tersebut, sekitar 60 persen dari mereka menunjukkan sikap antisosial lebih sedikit pada usia 17 dan 20, menunjukkan bahwa pria dengan sikap seperti itu cenderung akan kurang menempatkan pernikahan di tempat utama.

Pada usia 29 tahun, pria yang tidak menikah memiliki rata-rata memiliki 1,3 sikap antisosial, dibanding dengan 0,8 di antara pria-pria yang menikah.

Namun, di antara kembar identik dengan satu orang menikah dan yang lain tidak menikah, pria yang menikah didapati memiliki sikap antisosial yang lebih sedikit dibanding kembarannya yang tidak menikah.

Dalam kasus kembar identik dengan gen dan suasana masa kecil yang sama sehingga cenderung untuk menghasilkan sikap antisosial yang sama, penelitian ini mengindikasikan bahwa pernikahan membantu untuk membuang perilaku buruk tersebut.

Namun masih belum jelas mengapa pria dapat memperbaiki kelakukan mereka setelah menikah, kata Ryan King dari Universitas Albany yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Pria yang menikah menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangannya dibanding dengan teman-temannya dan perilaku buruk seperti kejahatan dan minum minuman keras cenderung menjadi aktivitas kelompok, katanya.

Ditambah lagi, pria yang menikah “akan lebih banyak kehilangan” bila mereka tertangkap karena aktivitas ilegal dan lebih peduli terhadap apa yang dipikirkan oleh pasangannya.

“Tidak setiap orang memiliki kemungkinan yang sama untuk menikah, namun mereka yang menikah mendapatkan manfaat dari pernikahan tersebut,” kata King.

Hasil penelitian itu membantu menjelaskan temuan dari penelitian lain yang menunjukkan bahwa pria yang menikah melakukan lebih sedikit tindakan kriminal. Penelitian baru-baru ini contohnya, menunjukkan bahwa pernikahan berhubungan dengan penurunan 35 persen tindakan kriminal.

Penelitian juga menemukan bahwa orang yang menikah cenderung lebih sehat dibanding masih saat masih sendiri, meski penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa keuntungan kesehatan karena pernikahan masih belum jelas. Namun mereka yang menikah cenderung hidup lebih lama, kurang mengalami depresi atau terkena penyakit jantung dan stroke

Copy Paste Milis Batak Gaul