Archive for Oktober, 2009

Pilihan

Berteman Dengan Elang Atau Srigala

Hidup Anda sebagian besar ditentukan oleh orang-orang yang bersama-sama dengan Anda. Jika Anda berlari bersama seekor srigala, Anda akan belajar cara melonglong. Tapi jika Anda bergaul dengan elang, Anda akan belajar cara membumbung tinggi di angkasa.

Amsal 13:20 berkata,” Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”

Wajah seseorang dipantulkan oleh cermin, namun seperti apa Anda sesungguhnya dicerminkan oleh orang-orang yang bergaul erat dengan Anda – entah itu baik, entah itu buruk.

Percaya atau tidak : hampir semua kesedihan berasal dari hubungan dengan orang yang salah. Semakin sedikit Anda berhubungan dengan orang yang negative, semakin banyak kemajuan yang bisa Anda capai. Setiap kali Anda kompromi dengan kekurangan orang lain, berarti Anda sedang menambah kekurangan Anda. Lebih baik Anda sendiri dari pada berteman dengan orang tidak baik.

Jika Anda merasa mundur dua langkah setiap kali berusaha membuat kemajuan satu langkah, hal itu bisa dikarenakan Anda telah mencampur adukkan pergaulan baik dan buruk dalam hidup Anda.

Jika seorang pemalas tidak membuat Anda merasa terganggu, mungkin itu tandanya bahwa Anda sama seperti dia.

Pilihlah siapa yang akan menjadi teman dekat Anda dengan hati-hati. Pepatah kuno berkata, “Orang yang berbaring bersama anjing akan bangun bersama kutunya.” Thomas Carlyle mengatakan, “Tunjukkan kepada saya orang yang Anda hormati, dan saya akan tahu orang seperti apa Anda, karena hal itu menunjukkan pada saya sosok manusia ideal Anda, dan bahwa Anda ingin menjadi orang seperti itu.

Janji itu utang

“JANJI”

(A touching story from India)

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca
koran, “berapa lama lagi kamu baca koran itu?
Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang
untuk makan.”

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya,
namanya Sindu tampak ketakutan air matanya mengalir. Di
depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt
(nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan
termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat
tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih
kuno mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada
“cooling effect”.
Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang,
demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini?
Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.”
Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang
punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air
mata dengan tangannya dan berkata, “boleh ayah…. akan
aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi
semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta…”
agak ragu2 sejenak… “…akan minta sesuatu sama ayah
bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi
permintaanku? ” Aku menjawab, “Oh pasti sayang”.
Sindu tanya sekali lagi, “betul ayah?”
“Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku
yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.
Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,
istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata
tanpa emosi, “janji” kata istriku. Aku
sedikit khawatir dan berkata: “Sindu jangan minta
komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat
ini tidak punya uang.” Sindu menjawab,”jangan
khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok.”
Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya
sangat menderita dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu.
Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa
Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku
dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku
dan juga ibuku) tertuju kepadanya.
Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari
Minggu. Istriku spontan berkata, “permintaan gila,
anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!” Juga
ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia
terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak
kebudayaan kita.
Aku coba membujuk: “Sindu kenapa kamu tidak minta hal
yang lain kami semua akan sedih melihatmu
botak.” Tapi Sindu tetap dengan pilihannya,
“tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain,” kata Sindu.  Aku coba
memohon kepada Sindu, “tolonglah kenapa kamu tidak
mencoba untuk mengerti perasaan kami.” Sindu
dengan menangis berkata, “ayah sudah melihat bagaimana
menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah
sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah
sekarang mau menarik perkataan ayah sendiri? Bukankah ayah
sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi
janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti
Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk
memenuhi janjinya raja rela memberikan tahta, kekuasaannya,
bahkan nyawa anaknya sendiri.”
Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku,
“janji kita harus ditepati.”
Secara serentak istri dan ibuku berkata,”apakah aku sudah gila?”
“Tidak,” jawabku, “kalau kita menjilat ludah
sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai
dirinya sendiri.” “Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”
Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya
besar dan bagus. Hari senin aku mengantarnya ke
sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke
kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum
aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak
laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong
tunggu saya.” yang mengejutkanku ternyata kepala anak
laki2 itu botak aku berpikir mungkin “botak” model
jaman sekarang.
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari
mobil dan berkata, “anak anda, Sindu benar2 hebat. Anak
laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah
anak saya, dia menderita kanker leukemia.”
Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air
matanya mulai meleleh dipipinya “bulan lalu Harish
tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi
botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2
sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan
berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang
mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka
kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk
anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati

Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”
Aku berdiri terpaku.Dan tidak terasa air mataku meleleh.
Malaikat kecilku… tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.

ini kalo hewan punya FB

kalo binatang punya facebook, kira2 statusnya apa aja ya

Babi: ngubang lagi aaaaaaaaaaah…….

Kuda: terimakasih ya tuhan … hari ini aku tidak di pecut…

Anjing Pudel : nunggu mo ke salon neh…

Nyamuk : abis ngider di rumah para Rastaman … ktularan giting nih … wuyow

Cumi2 : yahui ..sekarang hari minggu …. hari tanpa spongebob

Kecoak: baru aja selamat dari injekan maut, yeah!

Ayam peliharaan : Tidaaaaaaaaaaaak, Besok majikan gue mau ada syukuran, gue mau di sembeliiiiihhh

Sapi : aku diraba2 lagi oleh majikanku

Kucing : “Anak gue yang ke-5 barusan nanya siapa bapaknya. Gue bingung mau jawab apa. Gue sendiri lupa bapaknya siapa.”

Nyamuk: 4n3 p0sit1f HIV AIDS boooQ

Uler: hiks, lidah kegigit … selamat tinggal dunia

Luwak : yes..!!! manusia makanin tai gw..

Ayam : teman2…kalo besok gw ga update…brarti gw uda di goreng….i luv u all…

Gajah : Lagi rebutan lahan niiiy ama sawit…

pengharapan dalam kesempatan kecil

Pengharapan dalam kesempatan kecil

Ketika Yusuf berada dalam penjara. Ia menolong juru minuman dengan menafsirkan mimpinya. Lalu ia berpesan, “Ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini”.

Kesempatan yang Yusuf miliki itu memang tidak besar, buktinya si juru minuman kemudian melupakannya. Namun, justru dari kesempatan kecil tersebut, Yusuf mengawali kisah suksesnya di Mesir.

Begitulah seorang yang optimis. Ia akan berfokus pada kesempatan yang ada, sekecil apa pun kesempatan itu. Karenanya ia akan selalu mempunyai pengharapan; tidak akan patah arang dalam kesusahan.

Mungkin saat ini kita tengah berada dalam “penjara kesulitan”. Dan kesempatan yang kita miliki untuk keluar dari situ begitu kecil. Jangan berkecil hati. Jangan menyerah. Teruslah berusaha. Lakukan apa yang bisa dilakukan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya.

Ingat lah bahwa dari kesempatan kecil itu tidak jarang tersedia jalan yang lebar bagi kesuksesan. Seperti yang Yusuf alami. sekecil apapun kesempatan yang kita miliki adalah pertanda masih adanya harapan.

Tung So Olo Be Ahu Marhamlet

Tung So Olo Be Ahu Marhamlet

Cip: Posther Sihotang

Unang unang sai robe ho ito

Laho manopot nopot ahu

Ale ito da hasian…

Nungnga hudok tu ho ito

Anggo marhamlet hamlet do

Nungnga dao sia bagas roha

Ai nungnga jora ahu ito

Ai nungnga jora hasian

Da na mardongan dongan i

Hassit massai hassit do da ito

Molo hu haholongi ho

Hape ikkon tinggal hononmu ahu

Tu mangon ma da hasian

Hujua hatami ito

Anggo nalaho pahssit roha

Dang na so olo ahu ito

Dang na so olo hasian

Laho mangunduk hatami

Ai nungnga hu sumpahon

Rohakku da ito da dibagasan

Ai anggo ahu ai anggo ahu

Tung na so olo be marhamlet

Molo di dokkon halah

Ma ahu ale ito na mate rokkap

Boha bahenon I boha bahenon i

Sitaonokku nama i…

Waktu,Kekalahan Dan Dimensi…

Waktu, Kekekalan, Dan Dimensi

Waktu dibungkus dengan kekekalan. Kekekalan adalah waktu yang terbuka bungkusnya – Friedrich Christoph Oetinger, ilmuwan.

Waktu adalah satu hal konstan di dalam dunia yang berubah cepat. Detik-detik diibaratkan seperti tetesan air yang terus keluar dari keran yang bocor. Waktu itu bergerak hanya ke satu arah – maju. Kecuali Allah sendiri, tak ada satu pun yang bisa mengubah arah aliran itu. Dan waktu bergerak pada laju yang sama bagi semua orang. Entah orang itu adalah dari suku pedalaman seperti yang terdapat di Papua atau orang itu adalah seorang professor berkacamata di ruang kuliah di Oxford sana, semua tidak ada bedanya. Waktu adalah sumber yang sama-sama kita miliki. Sehari ada dua puluh empat jam, tak seorang pun yang mendapat lebih dan tak seorang pun yang mendapat kurang bahkan semenit pun. Waktu adalah seperti itu.

Kemudian datanglah Einstein dan membuang buku peraturan ke perapian. Ia membuktikan bahwa waktu hanya bekerja dengan cara yang biasa ketika kita merasa nyaman di dalam kerangka acuan yang rutin. Akan tetapi, begitu kita keluar dari kerangka acuan tersebut, maka waktu berubah. Ketika berada di alam semesta yang lebih besar – suatu alam semesta dari berbagai kerangka acuan dan kecepatan yang besar – maka waktu berubah secara dramatis.

Dengan mengizinkan kita secara sekilas melihat fakta ini, saya yakin bahwa Allah sedang menunjukkan pada kita akan sesuatu. Melalui teori relativitas Einstein, Ia memberi kita kesempatan untuk “mengintip sedikit” penyingkapan ke dalam alam surga. Ketika Allah menunjukkan sesuatu dengan cara seperti itu, biasanya amat penting untuk mengikuti petunjuk-Nya dan kita harus berusaha untuk menyimak pesan yang tengah Ia sampaikan.

Ada banyak pandangan teologi mengenai hubungan yang pasti antara Allah dengan waktu. Pendapat orang orthodox – dan keyakinan saya sendiri – adalah bahwa Allah berdiri di luar waktu. Waktu adalah penemuan-Nya yang spesifik, dengan kata lain, waktu itu memiliki awal semulanya. Allah menciptakan waktu ketika Ia menciptakan ruang dan benda. Ketika zaman kita berakhir, Allah akan meniadakan waktu, dan kemudian kekekalan akan berlaku.

waktu dan kekekalanWaktu nampaknya begitu kaku bagi kita karena kita hidup hanya dalam satu dimensi waktu: yaitu garis lurus. Bila kita mampu memandang waktu di dalam dua dimensi atau lebih, maka nampaknya banyak dari pertanyaan kita mengenai kuasa Allah yang luar biasa pasti akan terjawab. Karena Allah bekerja di dalam lebih dari satu dimensi waktu, Ia bisa bergerak ke mana-mana di dalam dimensi waktu kita yang tunggal dan melihat segala sesuatunya terjadi secara simultan.

Ini sulit bagi kita untuk memahaminya, namun, sama sekali tidak sulit bagi Allah untuk melakukannya. Kita seharusnya jangan masuk dalam perangkap pemikiran bahwa bila ada sesuatu yang sulit bagi kita untuk membayangkannya, maka itu juga akan sulit bagi Allah untuk melakukannya. Untungnya, alam spiritual itu tidak terikat dan tidak juga dibatasi oleh kurangnya pemahaman kita.

Isilah waktu Anda dengan hal-hal yang otentik..Tak lama lagi kita segera akan berada di dunia yang lain, dan pada waktu itulah kita mungkin berharap kita telah mengisi waktu kita hanya untuk melakukan kebenaran serta mengasihi, dan bukan mengisinya dengan terus-menerus melakukan hal-hal yang tak berarti dalam zaman kita yang berkelebihan beban ini. “Justru karena kekekalan itu berada di luar waktu-lah sehingga segala sesuatu dalam waktu menjadi sangat berharga dan penting serta berarti,” tulis Dorothy Sayers. “Oleh karenanya kekristenan… membuat waktu menjadi teramat penting sehingga segala sesuatu yang kita lakukan di sini seharusnya benar-benar berkaitan dengan kekekalan yang akan kita hadapi.

Misteri Hidup

Misteri  Hidup

 

Langkah demi langkah kulalui…
Jalan demi Jalan kulewati
Tapi ku tak perna temukan pesona hidup abadi yang indah….
Layaknya burung yang terbang tapi tak bisa temukan kehidupan yang pasti…
Tangan dan kaki seakan remuk tertimpa setiap kekarasan yang merajang pertikaian hidup ku..
Panasnya matahari
Seakan membakar kulitku di tengah-tengah gejolak pertikaian yang membutakan batinku
dinginya air hujan
Seakan menutupi dan juga membekukan mataku di tengah rintihan air mata yang tiada henti mengalir….

Kehidupani yang panjang seakan tak sanggup tuk kuhadapi dengan jiwa yang suci.
Kehidupan yang palsu seakan datang terus menerus menghantui bayang-bayang jati diriku
Misteri…misteri….dan misteri…
Menjadi rona kegelapan yang tak dapat dipastikan kapankan berakhir…
Hati kecil ku seakan berbisik namun tak bernada
Batin ku seakan merintih tapi tak terasakan…
Ku selalau berdoa agar misteri panjang ini kan berakhir
Ku selalu berharap agar Tuhan mendengar setiap perkataanku
Agar misteri ini tak selamanya menjadi misteri
Tetapi kan berubah menjadi kiindahan yang sempurna selama