Archive for September, 2009

Unang Salahaon Ahu

Unang Salahon Ahu

Cipt:Ronald Situmorang

Unang sai salahon ahu ito
Molo tundal au dao
Lao maninggalhon ho
Ho do namamukka sasudenai
Sai disegai ho pikiranhi

Loja ahu paihut-ihut ho ito
Dang boi be hugabusi
Rohakki naung mandele
Nunga hu lupahonho sian rohakki
Sahat dison ma jo pargaulanta

Unang sai ro be ho
Mangganggu rohakki
Unang sai tangisi be ito

Sahat dison majo
Pardalananhu dohot ho
Dang rohakhu gabe ho ito

Du du du du du du du du
Ngasae bei ito
Du du du du du du du du
Pargaulantai …

Iklan

Sasada Ho Do

Sasada Ho Do

Cipt Bachtiar Panjaitan
Sada do mataniari I ito
Boi doi patiurhon sasude
Ai bulan I pe sada do
Boi doi manondangi borngini

Holan ho … holan ho do hasian
Sai tuho … sai tuho do rohakki
Sasada ho do hasian
Na boi manganju rohakkon
Sasada ho …

Manang tudia pe ahu lao hasian
Jonok doho dilambungki
Torop pe bintang nadilangitan ito
Sigarari api sada do

Anggiat ma ahu ito
Holong ni rohakki
Holong ni rohami
Selelengna

Mangalului Rokkap

Mangalului Rokkap

Cipt. Anton Siallagan

Ale ito nalao tudia ho
Pajonok jo ito tu lambungkon
Ai na manukkun majo ahu tuho

Alusi jolo sukkun-sukkunkon
Takkas madok alusima denggan
Ro sian dia, jala lao tudia

Sattabi jo ito pargaulan
Haroro nami ro ito tuson
Disuru damang, nang dohot dainang

Mangalului rokkap ni tondikki
Na dos tu rupa ni dainang i
Songon na hodo, sinolom ni mata

Jolo sinukkun jo ito
Ai marga aha do hamu
Asa binoto da partuturan

Pariban nami do hamu, ito nauli di ahu
Boru silaen do dainang i
Ai nunga juppang be hape
Tinodo di rohatta be
Marsijalangan ma ito
Hodo rokkap ni tondikki

Cermin Positif

Cermin  Positif

Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain itu gampang. Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan. Anda tak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar. Karena itu sangat mudah, yang sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri. Waspadailah bila anda begitu pandai mengkritik. Jangan-jangan anda tak mampu lagi melihat kebenaran. Dan sebuta-butanya orang ialah mereka yang tidak bisa menagkap cahaya kebenaran.
Sekali anda gembira bisa menemukan sebutir debu kesalahan oarang lain, anda tergoda untuk mendapatkan yang sebesar kerikil. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar anda telah menciptakan gunung kesalahan orang. Orang tak pernah suka berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnya. Maka dari itu janganlah anda menjadi bayangan atas kesalahan orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif diri mereka. Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi baik anda sendiri.

cermin

Cermin…

Apakah anda pernah bercermin, Pasti semua sering bercermin selesai mandi atau ketika merapihkan baju, atau bagi wanita ketika bersolek, apa yang kita lihat di cermin, jawabnya adalah bayangan diri kita bukan apa yang terlintas di dalam pikiran anda ketika bercermin dan melihat diri anda di cermin itu pada umumnya yang akan kita lakukan adalah sebagai berikut Mungkin terlintas : aku ini cukup ganteng / cantik juga, rambut sudah tapi belum ya, pakaian sudah cocok belum. Kadang kita melihat bayangan kita :loh ada jerawat, atau muka kelihatan kusam, dan sebagainya. Hasil dari pengamatan bayangan kita di cermin akan terlihat dari tindakan kita selanjutnya. Bila kita merasa bayangan yang kita lihat di cermin sudah “ok”, maka kita akan merasa percaya diri, tapi jika kita melihat “noda jerawat” atau kulit kusam, kita akan kurang percaya diri, mungkin kita akan segera mengambil sabun pembersih wajah dan mulai membersihkan wajah kita agar terlihat lebih bersih.

Sesekali, jika kita bercermin, pandanglah wajah yang terpantul di dalamnya. Wajah siapakah itu? Wajah itukah yang sesungguhnya kita harapkan ada di dalamnya? Wajah kitakah? Atau wajah orang-orang lain yang kita inginkan sama dengan kita? Puaskah kita dengan wajah yang itu? Adakah raut kekesalan dan kekecewaan saat kita memandang wajah itu?

Ya, sesekali jika kita bercermin, cobalah menengok jauh ke dalam tabir yang menutupi wajah itu. Mampukah kita membelah tabir diri yang selalu menutupi segala perbuatan dan kehidupan kita ini? Sebab sesungguhnya, kita selalu hidup dalam dua dunia yang berbeda. Dunia yang kita hidupi. Dan dunia yang dikenali oleh orang-orang lain terhadap kita. Rahasia. Kita semua menyimpan rahasia diri dalam tabir wajah kita. Rahasia, yang sebagai tabir tebal tak mampu dan bahkan tak ingin kita koyakkan. Karena itu akan membuat kita risih dan merasa telanjang. Tetapi seberapa mampukah kita membuka tabir diri kita sendiri dan melepaskan segala beban kepura-puraan yang menutupi hidup kita ini?

Memang, betapa banyaknya beban diri yang kita tanggung hanya karena ketidak-beranian kita untuk membuka hidup kita bagi orang lain. Kita malu dan enggan untuk dikenali secara utuh. Kita ingin sembunyi dalam topengkebahagiaan. Padahal, siapakah yang dapat bahagia selain dari mereka yang mampu hidup tanpa beban untuk menutupi segala kepura-puraannya sendiri? Siapakah yang selalu dapat bertindak leluasa tanpa rasa takut bahwa topengnya akan terbuka? Siapakah itu?

Sesekali, jika kita bercermin, kenalilah wajah yang terpantul di dalamnya. Kenalilah dia seutuhnya. Koyakkanlah tabir yang menutupi seulas senyum yang kita buat telah mengoyakkan segala topeng-topeng tebal yang telah menutupi kehidupan kita. Mari kita sama – sama belajar melihat cermin diri yang benar tentang diri kita, tentang siapa diri kita tentang topeng yang kita pakai, Mulai lah bercermin dan sadari segala kelemahan diri untuk mencapai sebuah kekuatan diri kita yang hakiki.


Lihatlah siapa di depan itu
Itu Bukan dia, bukan juga mereka
Itu adalah diriku
sadarkah bahwa ku sering bersandiwara
Ku tipu dunia dengan topeng-topeng palsu

Dan Aku tertawa, Meyakini dunia tertipu
Tapi dia yang didepan itu tak bisa ku tipu
Siapakah dia yang terus menatap tajam diriku
Benarkah dia itu aku

Lalu siapakah dia yang menatap tajam diriku
Aku seperti mengenalinya, tapi benarkah itu
Ya… Aku terus berpura-pura dan tak mengenal dia disitu
Bilakah ku buka tabir semu yang menyelimutiku

Aku pun menerawang dalam relung-relung imajiku
Mencari jawab siapa dia disitu
Ya.. Ternyata Dia itu aku
Dialah diriku yang hadir dalam Cermin hati
Dia rahasiku selama ini
Maka Kan kuiarkan dia menjadi aku
Karena aku adalah dia,
maka kulepas semua topeng-topeng palsu
Untuk Menuju Jalan-MU yang satu Ya Tuhanku

(BG)

Stop menjilat amplop dan perangko

Stop menjilat amplop dan perangko

Suatu hari seorang wanita yang bekerja disebuah kantor pos di California ,merekatkan amplop dan perangko tanpa menggunakan lem atau busa basah,melainkan dengan cara menjilatnya.
Pada saat itu wanita tersebut langsung merasakan lidahnya terasa seperti teriris.Seminggu kemudian dia merasakan sesuatu yang tidak biasa pada lidahnya.
Dia pergi ke dokter dan tidak ditemukan sesuatu yang aneh. Lidahnya tidak luka atau tidak ada kelainan apapun.
Beberapa hari berikutnya, lidahnya mulai agak membengkak dan mulai terasa sakit, begitu sakitnya sehingga dia tidak dapat makan apapun. Dia segera ke RS dan dokter melakukan pemeriksaan X-Ray. Ternyata ada sesuatu didalam lidahnya.

Saat itu juga dokter segera mempersiapkan pembedahan kecil.
Ketika dokter mengiris/membuka lidah tersebut, ternyata seekor kecoak kecil merayap keluar.
Setelah diselidiki maka didapat kenyataan bahwa kecoak tersebut berasal dari telur kecoak yang sangat kecil yang menempel pada bagian lem amplop.Setelah dijilat maka telur tersebut menempel pada lidah dan mengeram disana karena adanya ludah yang hangat dan lembab hingga kecoak tersebut
menetas.Kejadian nyata ini dilaporkan oleh CNN.Andy Hume menulis:”Saya bekerja di pabrik amplop, dan kalian tidak akan percaya….. . ada
sesuatu yang mengambang disekitar nampan wadah lem, saya tidak pernah sekalipun menjilat amplop.
Saya pernah bekerja di percetakan (32 tahun lalu) dan kami selalu dihimbau agar jangan merekatkan amplop dengan lidah.
Saya tidak pernah mengerti mengapa, hingga suatu saat saya masuk ke ruang penyimpanan untuk mengambil 2,500 lembar amplop yang sudah dicetak dan melihat sendiri beberapa ekor kecoak berkeliaran didalam kotak amplop dengan telur kecoak dimana-mana.Mereka hidup dengan memakan lem yang terdapat pada amplop-amplop tersebut”..
Setelah mengetahui hal ini, janganlah pernah sekalipun Anda merekatkan amplop, perangko ataupun meterai dengan cara menjilatnya. Gunakanlah lem atau busa basah.

(Milis Sebelah)

Gurat gurat ni tangan

Gurat Gurat Ni Tangan

By:Trio Genesis

Gurat-gurat ni tangan, unang be sai tangisi
Auhon ma inang na uli lagu, nungnga soro ni ari
Bagian ni baoadi, ikkon marhoi-hoi
Marsiak mandiori, ngolu-ngolu siapari

Burju do ahu mangula, serep do ahu marroha
Holan humokhop parngoluon i, dang husarihon loja
Maridi hodok iba, hape gaji so sadia
Pamatanghi magosa, suda gogo dang marlaba

Reff:
Inang na uli lagu, inang na malo manganju
Na hansit ma nean ditaon ho, humokhop ahu
Inang na lambok malilu, inang na burju di ahu
Sai boan ahu di tangiangmi, asa purpur sibarakki

Tuhan tangihon ahu
Tuhan urupi ahu
Sahat di Ho ma ahu
Saleleng ni ngolukhon

back to: Burju do…d.u