~*~ Pengharapan Yang Pasti ~*~

Dalam menghadapi berbagai keadaan yang tidak pasti .Tetapi kita sebagai umat perjanjianNya,memiliki Allah yang nyata dan yang janjiNya pasti digenapi.

Dalm setiap keadaan yang kita hadapi,kita memilki pengaharapan yang pasti.

“ Janganlah takut,sebab Aku menyertai engkau,janganlah bimbang,sebab Aku ini Allahmu;Aku akan meneguhkan,bahkan akan menolong engkau;Aku akan memegan engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. “(Yesaya 41:10)Seperti Abraham :

Ketika dalam penantian akan janji Allah yang belum jelas kapan digenapi,Abrahan memikirkan keadaan buruk yang dihadapinya.Ia belum punya anak,ia mempertanyakan,siapa nantinya yang akan mewariskan hartanya ? Usianya telah lanjut.Dalam keadaan pemikiran pesimis seperti itu,tiba – tiba Allah berfirman:

“ Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abraham dalam suatu penglihatan:” Janganlah takut,Abraham,Akulah perisaimu:upahmu akan sangat besar.”Apakah Abraham langsung percaya,melompat dan bersorak:Haleluya ? Tidak.Dia menganggap,bahwa Allah tidak akan memberikan anak kepadanya.Ia tidak akan memiliki pewaris.Abraham berkata kepada Allah:”Ya Tuhan Allah,apakah yang akan engkau berikan kepadaku,karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak…”Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan,…”

Tetapi Allah tidak membiarkan Abraham tetap dalam keadaan seperti itu,Ia membawanya keluar.Abraham disuruh melihat bintang – bintang di langit,disuruh menghitungnya,dan Tuhan katakana sebegitulah banyaknya keturunanmu.

“Coba lihat ke langit,hitunglah bintang – bintang,jika engkau dapat menghitungnya.”Maka firmanNya kepadanya:”Demikianlah banyaknya keturunanmu.”Maka Abraham percaya dan ia menerima pembenaran Allah.Yang menjadi pertanyaan kita adalah:Mengapa imannya tidak goyah dan mecapai garis akhir ?

Karena pengharapannya tidak dibatasi oleh kenyataan tubuhnya.Walaupun secara jasamani sudah tidak lagi punya harapan,namun Abraham tetap memandang Allah yang sanggup menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada,dan menghidupkan kembali apa yang sudah mati.Seperti ada tertulis:”Engkau telah kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa”-dihadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya,yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada”(Roma 4:17).Mungkin masalah yang kita hadapi sudah tidak tertanggulangi lagi,dan kita tidak lagi memiliki apa – apa yang bisa diharapkan dan diandalkan.inilah saatnya untuk mencari sungguh – sungguh mencari Tuhan sampai bertemu dengan Allah yang dikenal oleh Abraham.Dan kitapun dapat mengenalNya sebagai Allah yang membangkitkan apa yang sudah mati dan membuat menjadi ada,apa yang semula tidak ada didalam diri kita.Dan sedang mengenapi janjiNya.

“Berserulah kepada-Ku,maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal – hal yang besar dan yang tidak terpahami,yakni hal – hal yang tidak kauketahui.”(Yeremia 33:3)

~ *~ Tuhan Memberkati ~*~