~*~ Menghadapai Kekalahan ~*~

Tiga orang anak sedang bermain lomba adu cepat mobil-mobilan. Sebelum lomba dimulai, salah seorang anak tampak berdoa dengan khusyuk. Setelah lomba berakhir, ternyata anak yang berdoa itu memenangkan pertandingan. Seorang temannya bertanya, “Tadi sebelum lomba kamu berdoa supaya Tuhan membuat mobil-mobilanmu menang ya?” Anak itu menjawab, “Tidak. Saya berdoa kepada Tuhan, supaya kalau saya kalah saya tidak menangis.”

Menghadapi kekalahan memang tidak mudah. Bukan hanya dalam perkara-perkara besar, bahkan juga dalam hal-hal yang kelihatannya sepele, seperti ketika kita beradu pendapat dengan orang lain dalam sebuah diskusi. Tidak heran kalau kemudian banyak orang yang tidak bisa menerima kekalahan, kemudian merasa malu, marah, kecewa, dan kesal, setelah itu mengambek, menangis, bahkan mendendam. Tidak sedikit pula yang lantas malah membuat kesalahan dan memunculkan masalah baru.
kekalahan terbesar adalah ketika kita tidak bisa menerima kekalahan,
Bagaimana caranya agar kita tidak tenggelam dalam kekalahan?
Pertama, terimalah kekalahan sebagai bagian dari kehidupan.
Kedua, lihatlah kekalahan sebagai sarana bagi kita untuk belajar rendah hati dan bergantung kepada Tuhan.
Ketiga, ingatlah bahwa di balik setiap kejadian yang Tuhan izinkan terjadi pasti ada hikmahnya.