~ HIDUP DALAM KERAPUHAN ~

Jikalau kita diperhadapkan dengan pertanyaan; berapa banyak diantara kita yang menyukai kelemahan??? Pada kenyataannya, didalam kehidupan ini kita lebih menyukai kekuatan dari pada kelemahan. Akan tetapi tahu kah saudara bahwa Tuhan memang mengizinkan setiap kita untuk mengalami yang namanya kelemahan-kelemahan didalam hidup kita. Setiap kita mesti menyadari bahwa setiap kita memiliki kelemahan. Namun jikalau kita tidak mengerti bagaimana meresponi, menerima serta mengelolahnya maka yang akan muncul adalah kita akan menjadi orang yang suka bersungut-sungut, suka membanding-bandingkan kita dengan orang lain, kita tidak akan memiliki rasa aman yang kuat didalam diri kita dan kita tidak akan menemukan yang namanya rasa puas itu. Bahkan kecenderungan kita akan seringkali menyalahkan Tuhan dalam kehidupan kita. Bagaimanakah respon seseorang didalam menghadapi kelemahan yang ada pada dirinya; Yang pertama adalah lari dari kenyataan. Disini kita dapat melihat beberapa contoh. Ada orang-orang yang karena merasa jenuh dirumah maka ia mulai aktif di gereja. Kelihatannya sibuk melayani, namun ternyata sejujurnya karena banyak mengalami masalah diluar. Dan untuk menutupi kelemahan-kelemahan yang ia temui maka ia aktif mengikuti berbagai kegiatan kerohanian. Apakah cara seperti ini merupakan cara yang baik untuk menghadapi kelemahan??? Sampai kapan kita bisa lari dari semuanya itu, dan ketahuilah bahwa sampai kapan pun kita tidak akan menemukan jawaban atas kelemahan yang kita alami. Dan yang perlu kita tahu adalah bahwa orang yang suka lari dari kenyataan adalah orang yang mudah tersinggung. Yang kedua adalah melawan kelemahan. Didalam diri orang seperti ini muncul sifat pemberontakan. Orang seperti ini memiliki tabiat suka memprotes dan tidak bisa belajar untuk tunduk kepada otoritas yang ada. Kecenderungannya menyalahkan orang tua, keluarga, atau pemimpin yang ada diatas orang tersebut. Yang ketiga adalah bersembunyi dari kelemahan yang ada. Kelemahan yang dia miliki segaja dia tutup-tutupi. Dia bisa memberikan tawa dan senyum kepada orang-orang disekitarnya, padahal hatinya pada saat itu sedang remuk redam. Ketiga cara atau respon diatas bukanlah cara yang baik. Salah satu cara yang terbaik adalah belajar memiliki sikap yang terbuka untuk setiap kelemahan-kelemahan yang ada pada diri kita. Tuhan Yesus didalam kemanusiaanNya pun terbuka, Yesus tidak pernah menyembunyikan ekspresinya. Ia pernah marah, Ia pernah besedih dan menangis. Hal ini membawa kita untuk berpikir bahwa kita perlu belajar untuk menyadari bahwa setiap kita memiliki kelemahan. Dan ketika kita tahu bahwa kita memiliki kelemahan, jangan kelemahan itu kita simpan sendiri, namun yang pertama adalah belajarlah untuk terbuka terutama dihadapan Tuhan. Selain dihadapan Tuhan kita juga perlu terbuka kepada pasangan atau calon pasangan kita. Hal ini akan menolong kita untuk menjadi orang yang sehat secara emosional. Jangan menjadi orang yang munafik yang kelihatannya oke padahal kita sedang mengalami kehancuran. Didalam Alkitab banyak sekali contoh tokoh-tokoh yang memiliki kelemahan didalam dirinya namun mereka mampu bangkit dari kelemahannya itu karena mereka mengizinkan kehendak Allah terjadi didalam kehidupan mereka. Marilah kita sadari bahwa setiap kita memiliki kelemahan. Namun jikalau kita izinkan Tuhan untuk memegang hidup kita maka kelemahan yang ada pada diri kita akan dirubah untuk masuk kepada Kemuliaan dan Hormat bagi Tuhan.