” Hanya untuk sebuah pencarian ”

“Sudah cukup jauh perjalanan ini, lewati duka, lewati tawa, lewati segala persoalan, ternyata aku sudah jauh tertinggal bahkan jauh tertinggal”

Penggalan lagu ini sepertinya menjadi cermin hidupku. Maklumlah aku penggemar lagu-lagu Iwan Fals. Tak terasa berapa banyak waktu yang telah berlalu. Mungkin dari sisi lain, mereka memandang ini semua percuma dan sia-sia. Banyak hal yang terjadi mengisi hari-hari perjalanan hidupku. Entah sudah berapa banyak waktu yang ku habiskan untuk sebuah pencarian. Hari-hari yang penuh petualangan dan tantangan tanpa peduli keadaan sekitar, tanpa cinta seorang ‘perempuan’, tanpa belaian kakak/adik yang sesungguhnya. Tapi yang jelas, hanya ada ilmu ‘tuk masa depan, perjalanan, alam, dan indahnya persahabatan.

Tapi semua ku lalui tanpa ada sedikitpun penyesalan karna dengan ini semua aku bisa melihat satu nilai yang tersembunyi yang mungkin tidak pernah bisa terlihat bahkan takkan bisa tercium baunya karna hanya bisa dirasakan jika kita ada di dalamnya.

Di sini…
Di atas tanah yang tak menentu…
Ku coba terus melangkahkan kaki menampakkan kesendirian yang terus tercipta…
Walaupun berat, tapi harus terus berjalan melewati waktu…
Hanya untuk menunggu, dan mengisi dengan sesuatu sebelum Dia memanggil ku…

Malam ini…
Ingin ku persembahkan semua yang pernah ku lalui, bersama teman dan sobat-sobat ku, yang selalu berjalan bersama, berbagi perasaan, berbagi suka dan duka, walaupun entah sampai kapan…

Teman, sahabat, dan alam yang selalu memberikan nuansa indah di setiap perjalananku. Memberikan canda, tawa, cinta, duka, bahkan kepedihan…
Semua terlewati bersama sebagai kombinasi yang sempurna dalam perjalanan hidup

Tuhan…….
Sebelumnya, ingin sekali ku ucapkan rasa syukur yang mungkin selama ini belum sempat terucap dari hati ini,
‘Terima kasih untuk semua yang telah ku lalui, untuk semua peristiwa yang datang silih berganti, yang selalu menghiasi perjalanan ini, yang akan selalu tertoreh di relung hati ku’.

Hutan…
Gunung…
Terima kasih!!
Kau telah memberikan keindahan yang menyejukkan hati…
Memberi ku pengalaman dalam sebuah pencarian ini…
Memberi ku pelajaran akan hidup…
Menyadarkan ku akan betapa kecilnya aku di hadapan Sang Pencipta…
Semua ini begitu membekas dan akan terus terbawa dalam mengarungi kehidupan yang aneh ini.

Alam tak pernah berhenti memberi sesuatu untuk kami. Sesuatu yang tak bisa dibeli ataupun ditandingi dengan uang!
Betapa sang alam begitu berbelas kasih kepada kami.
Membimbing dan menuntun kami melewati masa-masa sulit.
Memberi ku arti cinta yang sesungguhnya, arti kasih, arti peduli, arti kebenaran dan arti persahabatan.
Semua terekam dalam pita sanubari ku

Kadang aku sering terinspirasi oleh tiga penggalan syair senior pendaki MAPALA UI (alm ‘Soe Hok Gie’) yang tewas karena gas di puncak Gunung Semeru.
“Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna, aku berbicara pada mu tentang cinta dan keindahan”
“Cinta mu dan cinta ku adalah kebisuan semesta”
“Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah!”

Penggalan kata-kata ini sering menyadarkan aku jika aku sedang tak menentu.
Sering pula mengingatkan ku jika aku harus kehilangan lagi satu sahabat ku.
Sering pula memaksa ku jika dihadapkan dengan kejujuran dan kebenaran walaupun dalam dunia yang sebenarnya semua itu semu!

Entah berapa kali kami bergelut dengan badai, dengan cuaca buruk, dengan keputusan terus atau mundur sia-sia!?
Entah berapa kali nyawa kami hampir hilang di sini!?
Entah berapa kali kami harus bertemu dengan hal yang tak nyata!?
Tapi…
Ternyata Tuhan masih memberi kesempatan, karena aku yakin dia ingin memberi kami sesuatu yang lebih.

Aku percaya bahwa alam memiliki pelajaran dan dapat mengajar kita. Aku yakin bahwa hutan dan gunung dengan segala keindahan dan hukum-hukumnya merupakan sekolah terbaik bagi manusia. Karena itu seorang pendaki sejati tidak pernah berusaha menaklukkan alam tetapi semata-mata hanya berjuang untuk menaklukkan dirinya sendiri.

Bila aku tidak berani mencoba sesuatu, aku tidak akan pernah mendapat sesuatu!
Bila aku tidak berani mengambil resiko, aku akan tetap berada ditempat di mana pengalaman ku berada saat ini!
Bila aku mundur, aku telah menjual segala milik dalam diri ku dimana seharusnya aku akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang benar-benar ku impikan!
Dan seandainya bila suatu hari nanti semak belukar dan rimbunnya hutan menutup pula jalan setapak dan menghentikan jalan kita untuk kembali pulang.
Dan bila akhirnya…
Nafas kita harus terhenti juga di sini, terkubur bersama lembabnya tanah, bersama ranting dan daun-daun kering, ditemanin oleh angkuhnya dan dinginnya hutan.
Aku akan selalu rela untuk itu semua.

Tapi……
Apakah ini semua tinggal kenangan sia-sia…..??!!!!
TIDAK, bila mayat-mayat kita mampu menitip sebuah pesan tentang keindahan, kasih, kejujuran, dan persahabatan.

Setiap pendakian bukan untuk menaklukkan alam…
Setiap perjalanan bukan untuk mencari kesombongan…
Semua terlewati hanya dengan keindahan, kebersamaan dan persahabatan…
Karna hanya disini,
Aku dapat mengerti siapa aku, jalan ku, penyerahan ku pada Sang Pencipta, dan peran ku terhadap sesama.

Kami akan selalu ingat…
Bahwa alam tetap saja alam yang penuh misteri dan pertanyaan. Ia hanya dapat berbicara dengan bahasanya sendiri. Kadang kala teori-teori yang kami dapat dari pendidikan, diklat-diklat mapala maupun pengalaman pendakian tidak akan pernah cukup…
Alam hanya sekali berbicara kepada kita, saat kita menjamah dan menghadapinya secara langsung.

Semoga setiap kali aku ingat ini semua, setiap itu pula aku menyadari bahwa perjalanan hidup memang aneh. Suka, duka dan tawa harus terbiasa walaupun memang sangat berat. Kehidupan semu, pahit, dan getir karena ketidak adilan akan terus ada tapi aku harus terus dalam idealisme hukum alam.

Semoga semua ini bisa ku jalani sebagai suatu kewajiban dari sang pencipta. Kewajiban untuk mengisi dan menghiasinya agar tampak elok dan cantik.

Dan bila akhirnya ku harus pergi, entah sekarang, esok atau lusa tuk menghadap Sang Pencipta, aku dapat meninggalkan secuil kebaikan dan setetes persahabatan bagi sesama manusia, binatang dan alam. Tuk meninggalkan sedikit kenangan indah bagi mu sobat-sobat aneh ku dan untuk mu alam yang selama ini mengisi setiap langkah ku dengan keindahan dan kasih yang sesungguhnya.

Sumber : Diana Sihotang