Air Putih Pelepas Dahaga

 Cerita tentang 3 pasangan ikan yang sedang berenang kesana-kemari,
adalah cerita lama. Dimana, pasangan ikan no. 1 bertanya kepada
pasanganya “kamu tau dimana air putih tawar yang jernih itu?”.
Pasangannya menggeleng dan menjawab “saya juga tidak tau”. Hal yang
sama juga terjadi pada pasangan ikan no. 2 dan no. 3.

Lalu, ke-3 pasang ikan tersebut memutuskan untuk berenang hilir-mudik.
Masing2x mereka mengklaim bahwa kelompok merekalah yang lebih
mengerti, hebat dan pintar. Dan itu terkadang menimbulkan konflik
intern dan ekstern.
Ke 3 pasang ikan dan kelompoknya terkadang masuk kerawa-rawa yang
airnya berwarna biru dan hijau daun. Dan terkadang juga masuk ke
daerah payau yang airnya berwarna kuning dan kemerah-merahan.
Begitulah, ikan-ikan itu terus berenang kesana kemari mencari air
putih tawar yang jernih.

Cerita ini sama halnya dengan kebiasaan teman-teman saya memilih
minuman. Ada yang suka fanta MERAH, ada yang suka sari buah HIJAU,
sirup keBIRU-biruan, teh KUNING, dsb..

Tapi, pada dasarnya, semua jenis minuman tersebut berasal dari air
PUTIH TAWAR YANG JERNIH dan BENING. Perubahan warna tersebut hanya
soal selera yang berbeda-beda. Toh, biasanya, zat perubah warna
(additive) tersebut menimbulkan efek samping yang tidak baik untuk
KESEHATAN.

Jika begitu, mana yang lebih baik? Golongan air yang berwarna warni
atau GOLONGAN air PUTIH? Itu tergantung pada selera dan kesiapan untuk
menerima segala konsekwensinya.

Golongan warna warni mungkin dinilai lebih kreatif, inovatif dan
update. Dan golongan putih dinilai konservatif dan monoton.

Realitas warna ini, dapat kita lihat munculnya kelompok tertentu
membujuk, menarik dan menguasai kelompok awam. Syukur2x jika mereka
itu orang yang jujur dan berjiwa luhur. Namun jika pembohong yang
egoistis individualis, maka justru mereka adalah penindas dan pemangsa
kaum lemah. Seperti terdapat pada tubuh parlemen yang diawali oleh
kecurangan pada pemilu 2009 lalu di dapil 3 kab. Tebo, jambi (example
only).

Lalu mana yang lebih baik? Golongan warnawarni atau GOLONGAN PUTIH?
Mari kita coba membuat alternatif pilihan:
1. Warna warni = menindas dan membohongi publik, atau
2. Golongan Putih = tidak menindas dan tidak membohongi publik.

Ah sudah lah, bukan kah pada dasarnya manusia itu dilahirkan dalam
keadaan putih bersih? Lingkungan dan pergaulannyalah yang membuat
berubah warna. Yang jelas, apapun warnanya, PUTIH tetap lebih baik.
Karena warnawarni cenderung menyembunyikan noda-noda yang kotor.