Akhir – akhir ini saya merasakan bahwa menyampaikan pesan lewat perumpamaan atau kiasan begitu bijaksana.Sejuk dan indah.Andaikan setiap kali kita berkomunikasi dengan cara – cara itu,saya percaya,keharmonisan hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan individu dan kelompok masyarakat lain akan terbangun indah.Tidak akan ada pertengkaran,perdebatan,perselisihan,penghujatan dan penyerangan,apalagi sampai pada tindakan anarkis.

Tetapi saya juga merasa heran,mengapa akhir – akhir ini orang – orang lebih suka dengan cara – cara itu.Bahkan caci maki lebih dipilih dari pada cara-cara bijkasana.Moralitas dan adat ketimuran terkunci di balik tembok amarah dan amuk .Emosional dikedepankan dari pada kesabaran dan jiwa besar.

Apakah kita merasa nyaman dalam menyampaikan sesuatau dengan kiasan ?.Sebab,apapun yang akan kita komunikasikan,sepatunya mengedepankan hati,jika hati sudah terpaut,perbedaan persepsi akan begitu indah,dan komitmen jelaslah kuat.karena itu saya memilih kiasan.

Saya teringat kisah tiga ekor semut,Alkisah,ketika seorang pria sedang tidur di bawah sebuah pohon yang rindang,Tiga ekor semut merayap keatas hidungnya.Setelah ketiga semut saling menyapa,salah satu dari mereka mengatakan: “ Inilah bukit dan lembah yang paling tandus yang pernah kulihat seumur hidupku.Aku sudah mencari sepanjang hari,tak sebutir gandumpun tidak kutemukan ”.

Semut kedua mengatakan “ Aku juga belum menemukan apa – apa,biarpun sudah kuperiksa setiap sudutnya.Aku berani bertaruh,inilah yang di sebut – sebut sabagai ‘ pasir hidup ‘ oleh bangsa kita “.

Semut ketiga mengangkat kepalanya dan katanya “ Teman – teman,kita sedang berdiri di atas hidung seekor semut raksasa.Semut ini punya kekuatan luar biasa Dia terlalu besar ,jadi kita tidak bisa melihat seluruh badannya.Badannya terbentang begitu jauh,jadi kita tidak bisa menjelajahinya.Suaranya keras sekali,kita mendengarkan tetapi tidak mendengar apa – apa.Dia tidak terbatas”.

Begitu semut ketiga selesai berbicara,kedua semut yang lain saling berpandangan dan tertawa terbahak bahak.Pada saat yang sama,Pria itu mengankat tangannya dan menyeka hidungnya.Sehingga ketiga semut pun terseka sampai mati.Ya,banyak sekali kita mendengarkan dan menemukan persepsi dan argument beredar di tengah masyarakat yang sebenarnya keliru.Kekeliruan itu disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya pengalaman tentang apa yang dikerjakan atau yang dijalankan.Keterbatasan itu jelas tidak cukup,bahkan tidak akan bisa melihat apa masalah yang sesungguhnya.Sehingga tidah akan siap menghadapi bahaya yang mungkin datang.

Kita jangan lupa dengan “ pikir itu pelita hati “.Cernalah sesuatau informasi,persepsi dan argumentasi dengan hati,pastilah akan melahirkan hasil pikir yang baik,dan hasil terbaik itu hanyalah dimiliki oleh orang yang berpengetahuan dan berpengalaman.

 

By: Benhawerd S