Archive for Agustus, 2008

Uju Di Ngolukon Ma Nian

Uju Di Ngolukon Ma Nian
(cipt: D.Siahaan)

Hamu anakkonhu,
Tampuk ni pusu-pusuki,
Pasabar ma amang, Pasabar ma boru,
Laho pature-ture ahu,

Nunga matua ahu,
Jala sitogu-toguon i,
Sulangan mangan ahu,
Siparidion ahu,
Alani parsahitanonki,

Reff:
So marlapatan…
Marende, margondang, marembas hamu,
Molo dung mate ahu,
So marlapatan…
Nauli, Nadenggan patupahonmu,
Molo dung mate ahu,

Uju dingolukon ma nian,
Tupa ma bahen angka nadenggan,
Asa tarida sasude,
Holongni rohami namarna tua-tua i,

NB: Lagu ini bisa di Download di link berikut ini,

http://benhawerd.multiply.com/music/item/22/New_Music_1

 

Kala Hatiku Padamu


KALA HATIKU PADAMU

Embun pagi membasahi hati yang ceria
Sebuah simponi kehidupan, ‘kan kembali terjadi
Mengalir bersama deras kerinduan di hati,
Yang menjelma dalam satu keinginan,

Untuk menggapai segenap rasa yang ada
Dalam sukacita, dalam sebaris harapan,
Bersamamu…
Lambat, namun semakin tertanam dalam,

Aku memang terhanyut dalam rona keindahan
Keindahan yang terpancar nyata dalam dirimu
Mungkin tak seelok seperti yang dibayangkan,
Namun menarik seperti yang kuimpikan…

Hingga mampu membuatku terlena oleh hadirmu,
Menggugah segenap hasratku ‘tuk setia,
Dalam menjalani hari-hari dengan penuh kasih,
Denganmu…

Sungguh,
Ramah sikapmu, runtuhkan egoku…
Manis tutur katamu, teduhkan gejolak jiwaku
Senyum tulusmu, redakan amarahku…

Dan hangat pelukmu, hangatkan rasa cintaku…
Temaram, seindah kasih yang engkau berikan
Semua yang ada dalam dirimu,
Mampu membuai ku…

Kala termenung, aku hanya bisa menatap dalam bayang
Kala terhanyut, aku hanya bisa berkata dalam tulisan
Kala aku merindu, aku hanya ingin bertemu denganmu…
Aku tak ingin rasa itu berlalu,

Aku tak ingin hadirkan duri dalam cinta diantara kita
Aku tak ingin, semua berlalu, tanpa mulutku berkata :
“Kasih, aku cinta padamu…”

Kini,
Aku ingin mengungkap sebaris kejujuran,
Menyatakan segala cinta dari hati
Agar gundah tak lagi menjadi pedih,
Oleh karena lalai aku menjaga segenap rasa,
Karena aku sayang padamu…

By:Benhawerd .S

Arengka Ujung 01 September 2003

Kata Orang

KO = Kata Oran

1. Cowok angkat barang berat
KO : Udah biasa, biarin aja nggak usah dibantuin

Cewek angkat barang berat
KO : Kesian banget, bantuin yuk..emang suaminya ke mana

2. Cowok pake baju cewek
KO : Idih mbak..mo ke mana ? suwit..suwit. .(bencong
maksudnya)

Cewek pake baju cowok
KO : Cool..boleh juga..eksentrik

3. Cowok nganterin ceweknya orang
KO : Kamu siapa ? jedag..jedug (digebukin ama cowoknya yg
cewek)

Cewek dianterin ama cowok orang lain
KO : Tetep aja yg digebugin yg cowok ama cowoknya yg cewek,
bingungkan.. he..he..

4. Cowok suka shopping
KO : Amit-amit kayak cewek aja..

Cewek suka shopping
KO : Udah biasa maklumlah cewek 😛

5. Cowok muter-muter di mall
KO : Muter-muter terus, nggak beli-beli… kayak setrikaan
nggak panas

Cewek muter-muter di mall
KO : Maklumlah belon ada yg cocok untuk dibeli..

6. Cowok ditraktir cewek
KO : Pelit banget sih..dasar cowok nggak modal

Cewek ditraktir cowok
KO : Emang seharusnya gitu

7. Cowok cengeng ngeliat sinetron
KO : Dasar cengeng, gitu aja nangis…gengsi doongg !!

Cewek cengeng ngeliat sinetron
KO : Bener2 berperasaan halus..dia pasti terharu..

8. Cowok nggak kerja
KO : Nggak punya malu

Cewek nggak kerja
KO : Lebih mementingkan keluarga

9. Cowok suka marah-marah
KO : Kasar banget dia, moga aja ntar suamiku nggak gitu

Cewek suka marah-marah
KO : Pasti dia lagi datang bulan

10. Cowok menangis & ketawa dalam satu waktu
KO : Gila

Cewek menangis & ketawa dalam satu waktu
KO : Begitulah cewek

11. Cowok idiot
KO : Malu-maluin

Cewek idiot
KO : Dia kan cantik

12. Cowok ngabisin duit istrinya
KO : Pasti buat selingkuh

Cewek ngabisin duit suaminya
KO : Itulah tugas cewek

Hahahahahahaaaa Itulah Kata Orang ( KO )

Kekuatan Wanita Yang Mungkin Tak Di Miliki Laki-laki

Kekuatan Wanita Yang Mungkin Tak Di Miliki Laki-laki

Seorang anak laki-laki bertanya pada ibunya: “Mengapa engkau menangis?”

“Karena aku seorang wanita,” jawab sang ibu.

“Aku tidak mengerti,” kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, “Dan kau tak akan pernah mengerti.”

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”

“Semua wanita menangis tanpa alasan,” hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, dan dia tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”

Tuhan berkata: “Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.”

“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang sering kali datang dari anak-anaknya.”

“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”

“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.”

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.”

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.”

“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”

“Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”

“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya…, karena itulah pintu hatinya, tempat di mana cinta itu ada.”

Anak Naholsoan

Anak Naholsoan

Cipt: Jack Simanjuntak

Jot jot do sai holsoan
Damang dainang
Binahen ni sasudena pangalahongki
Di suru ahu singkola
Alai lalap do ahu di paredang-edangan
Tois do ahu amang tois do ahu inang
Di angka podami

Hape dunghon marujung damang dainang
Tung manolsoli ahu dipangalahongki
Ai nangpe holan arsak
Nahubahen di tingki ngolomi
Tung huhilalado panarihonmi
Tu ahu gellengmon

Inang pangitubu,amang parsinuan
Tung gok pe nahusari da amang
Dang hupasonang rohangki
Inang pangitubu,amang parsinuan
Tu pahompumi memehononghu sudena podami

Tangis ahu inang tangis disihabunian
Marsak ahu amang ndang binahen ni nasoada
Alai ala sosanga hubahen na denggan
Ditingki ngolumi

Cara Pandangmu,Menentukan Hidupmu

Akhir – akhir ini saya merasakan bahwa menyampaikan pesan lewat perumpamaan atau kiasan begitu bijaksana.Sejuk dan indah.Andaikan setiap kali kita berkomunikasi dengan cara – cara itu,saya percaya,keharmonisan hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan individu dan kelompok masyarakat lain akan terbangun indah.Tidak akan ada pertengkaran,perdebatan,perselisihan,penghujatan dan penyerangan,apalagi sampai pada tindakan anarkis.

Tetapi saya juga merasa heran,mengapa akhir – akhir ini orang – orang lebih suka dengan cara – cara itu.Bahkan caci maki lebih dipilih dari pada cara-cara bijkasana.Moralitas dan adat ketimuran terkunci di balik tembok amarah dan amuk .Emosional dikedepankan dari pada kesabaran dan jiwa besar.

Apakah kita merasa nyaman dalam menyampaikan sesuatau dengan kiasan ?.Sebab,apapun yang akan kita komunikasikan,sepatunya mengedepankan hati,jika hati sudah terpaut,perbedaan persepsi akan begitu indah,dan komitmen jelaslah kuat.karena itu saya memilih kiasan.

Saya teringat kisah tiga ekor semut,Alkisah,ketika seorang pria sedang tidur di bawah sebuah pohon yang rindang,Tiga ekor semut merayap keatas hidungnya.Setelah ketiga semut saling menyapa,salah satu dari mereka mengatakan: “ Inilah bukit dan lembah yang paling tandus yang pernah kulihat seumur hidupku.Aku sudah mencari sepanjang hari,tak sebutir gandumpun tidak kutemukan ”.

Semut kedua mengatakan “ Aku juga belum menemukan apa – apa,biarpun sudah kuperiksa setiap sudutnya.Aku berani bertaruh,inilah yang di sebut – sebut sabagai ‘ pasir hidup ‘ oleh bangsa kita “.

Semut ketiga mengangkat kepalanya dan katanya “ Teman – teman,kita sedang berdiri di atas hidung seekor semut raksasa.Semut ini punya kekuatan luar biasa Dia terlalu besar ,jadi kita tidak bisa melihat seluruh badannya.Badannya terbentang begitu jauh,jadi kita tidak bisa menjelajahinya.Suaranya keras sekali,kita mendengarkan tetapi tidak mendengar apa – apa.Dia tidak terbatas”.

Begitu semut ketiga selesai berbicara,kedua semut yang lain saling berpandangan dan tertawa terbahak bahak.Pada saat yang sama,Pria itu mengankat tangannya dan menyeka hidungnya.Sehingga ketiga semut pun terseka sampai mati.Ya,banyak sekali kita mendengarkan dan menemukan persepsi dan argument beredar di tengah masyarakat yang sebenarnya keliru.Kekeliruan itu disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya pengalaman tentang apa yang dikerjakan atau yang dijalankan.Keterbatasan itu jelas tidak cukup,bahkan tidak akan bisa melihat apa masalah yang sesungguhnya.Sehingga tidah akan siap menghadapi bahaya yang mungkin datang.

Kita jangan lupa dengan “ pikir itu pelita hati “.Cernalah sesuatau informasi,persepsi dan argumentasi dengan hati,pastilah akan melahirkan hasil pikir yang baik,dan hasil terbaik itu hanyalah dimiliki oleh orang yang berpengetahuan dan berpengalaman.

 

By: Benhawerd S

Hilang – Kendala Terbesar Gereja

GlorianetKetidakmampuan gereja untuk membicarakan topik yang dianggap tabu di kalangan umat Kristiani merupakan salah satu sebab utama mengapa jutaan orang Amerika meninggalkan gereja dan tak pernah kembali, kata salah seorang penulis.

Ada umat “Kristiani yang kehilangan iman mereka” namun tak seorang pun hendak kembali sebab gereja menghindari topik itu, kata Dave Samford, Kamis lalu.

Hal ini bukanlah berarti Kristiani kehilangan keselamatan, namun iman terhadap Alkitab, gereja dan kepercayaan tentang ke-Kristenan, kata salah seorang penulis, dalam konvensi tahunan Evangelical Press Association (Asosiasi Pers Injili) di Portland, Oregon, Amerika Serikat.

Sebagian besar dari 31 juta orang Amerika keluar dari gereja, kata Samford, menurut studi Barna.

“Perusahaan yang mana pun yang kehilangan 31 juta orang pelanggan akan bangkrut,” katanya kepada wartawan dan redaktur Kristiani.

Dalam buku terbarunya, ‘If God Disappears: 9 Faith Wreckers and What to Do About Them’, Samford memperinci sembilan alasan berdasarkan kisah orang yang keluar dari gereja mengenai sebab orang Kristiani melepaskan kepercayaan mereka.

Umumnya, umat Kristiani pergi karena mengalami “luka”. Mereka baik secara sengaja atau tidak pergi karena memiliki pertanyaan dan kerahu-raguan yang tak dijawab atau mereka merasa bahwa Tuhan menjauh atau “menghilang,” tinjau Samford.

Penulis mengatakan bahwa dia juga “mengalami” kehilangan kepercayaannya dalam beberap tahun belakangan ketika dia dia menghadapi serangkaian berita sedih, termasuk saat anak perempuannya yang didiagnosa mengalami endometriosis – suatu kondisi yang dapat mempengaruhi kandungannya.

“Saya merasa Tuhan memukul dan memukul dan memukul saya,” katanya.

Walaupun Samford pada saat itu melayani dan berada pada posisi Kristiani yang berkembang- wakil presiden Penerbitan Dan Kementerian Internet untuk Luis Palau Evangelistic Association dan anggota Evangelical Press Association – imannya jatuh pada titik dimana bahkan dia tidak dapat berdoa saat makan.

Namun saat menoleh ke situasinya saat itu, Samford menyadari bahwa Tuhan menggunakan krisis imannya sebagai “engsel” untuk memperbaharui kembali teologinya yang salah dan membolehkan imannya menjadi lebih cemerlang dibanding sebelumnya.

Sejak saat itu dia mengaplikasikan pengalamannya dalam pelayanan kepada mereka yang kehilangan imannya dan berjalan bersama dengan mereka.

Berbicara berdasarkan pengalamannya, dia percaya bahwa Kristiani yang kembali kepada imannya dapat menjadi sebuah fenomena kekuatan luar biasa untuk memperbaharui gereja.

“Kalau anda kembali, anda kembali untuk yang baik. Anda kembali dengan sebuah ‘hasrat’ dan menjangkau orang lain yang meninggalkan gereja,” katanya.

Dalam usaha untuk meningkatkan kesadaran tentang mengapa banyak yang meninggalkan iman Kristiani, Samford menyerukan kepada media untuk membantu meletakkan topik yang tidak tampak ini kepada gereja.

Selain itu menurut EPA, dalam tiga atau empat tahun jumlahnya akan menjadi 37 juta.

Buku ‘If God Disappears’ ditulis untuk membebaskan disaat jatuh. (GCM/KristianiPos-Katherine T. Phan)