Archive for Juli, 2008

Renungan

BERDOA TIDAK BERKEPUTUSAN

Lukas 18:1-8

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepada-Nya (ayat7)

Menunggu adalah suatu tindakan yang sangat membosankan, terlebih lagi kalau kita menunggu jawaban Tuhan atas doa-doa yang kita naikkan kepadaNya, sebab kita tidak tahu kapan jawaban dari Tuhan akan kita terima. Tuhan Yesus tahu benar sifat kita. Karena itu, Tuhan Yesus menyuruh agar setiap kita berdoa terus sampai jawaban dari Tuhan kita terima, seperti yang tertulis didalam Alkitab: Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Lukas 18:1). Tetapi kenyataannya, seringkali kita kecewa dan bahkan menjadi tawar hati, karena seolah-olah doa-doa kita tidak sampai ketelinga Bapa. Tidak jarang juga kita merasa bahwa langit seperti tembaga yang menghalangi doa-doa kita. Benarkah demikian? Sama sekali tidak!

Kita semua adalah umat pilihan Allah, umat yang diksihiNya dan kita semua sudah sepenuhnya menyerahkan hidup kita kedalam tangan Tuhan. Karena itu, kita sungguh yakin bahwa Tuhan bukan saja mendengar doa-doa kita, tetapi juga pasti akan mengabulkan setiap permohonan kita. Tuhan Yesus berkata: Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mnegulur-ulur waktu sebelum menolong mereka. (Lukas 18:7).

Oleh karena itulah Tuhan Yesus menghendaki agar kita tetap berdoa, walaupun kita belum melihat tanda-tanda bahwa doa kita akan dijawab Tuhan. Tuhan bukanlah Tuhan yang kejam, sebaliknya Tuhan kita adalah Tuhan yang Mahakasih, dan pasti Dia tidak akan pernah mengulur-ulur waktu. Hanya seringkali kita harus belajar sabar untuk memperoleh sesuatu menurut waktu dan jadwal Allah. Kita tahu benar bahwa Tuhan sudah menyediakan apa yang kita perlukan, hanya yang menentukan waktunya bukan kita, tetapi Tuhan. Seperti halnya petani yang menabur benih, benihpun tidak akan tumbuh Dalam sekejap, tetapi butuh waktu beberapa bulan untuk dituai. Doapun demikian, perlu kesabaran sampai jawaban Tuhan kita nikmati. Bagi siapapun yang saat ini belum menerima jawaban doa, bersabarlah dan tetaplah berdoa, karena Tuhan tidak pernah lalai.

Tuhan membuat semua indah pada waktunya

Bahan Pendalaman ;

1. Seperti apakah doa yang tidak berkeputusan?

2. Kesulitan atau kesesakan apa yang menjadi pergumulan saudara?

3. Mengapa anda belum menerima jawaban doa?

Doa

Tuhan Yesus, Saya yakin walau saat ini doa saya belum terjawab, namun pada waktu yang tepat Engkau akan menjawabnya, Amin.

Iklan

Kringgggg~~~

“Halo, selamat siang”, jawab seorang wanita setengah baya.

“Lho, siapa ini?”, terdengar sahut suara berat seorang pria.

“Oh, saya pembantu baru di sini Pak. Saya baru kerja. Baru datang siang ini.”

“Kalau begitu, Ibu mana?”

“Ibu sedang di kamar tidur Pak.”

“Kalau begitu tolong panggilkan.”

Maaf Pak, Bapak siapa yah?”

“Saya suaminya.”

“Hah, lha wong Ibu di kamar sama Bapak kok?!”, si pembantu kaget

“Apaaaa ?!?!?!” si Bapak lebih kaget lagi.

Si pembantu jadi bingung.

“Nama kamu siapa?” tanya si Bapak lagi.

“Nama saya inem, Pak.” jawab si Inem dengan gemetar.

“Inem, seperti apa laki-laki yang di kamar dengan ibu?”

“Rambutnya ikal, Pak. Dan pakai kaca mata.”, jawab Inem dengan

terbata-bata.

“KURANG AJAR !!! Pasti si Johan itu. INEM !!!”, teriak Bapak.

“Ya Pak?”

“Coba kamu intip, sedang apa mereka?”

“Aduh Pak, saya ngga berani”

“HEH !!! Saya Tuanmu tau !!! Cepat sana liat !!! Kalau tidak saya

pecat kamu.”

Dengan lutut gemetar, Inem berjalan sambil mengendap-endap menuju

kamar majikannya. Dengan tangan gemetar dibuka pintu kamar itu dengan

sangat hati-hati agar tidak diketahui orang yang di dalam. Setelah itu dia

melihat keadaan didalam dan langsung ke telpon lagi.

“Halo Pak…”

“Yah, apa yang terjadi disana?” jawab Bapak dengan tidak sabar.

“Anu, Pak…”

“ANU APA ?! CEPAT CERITAKAN !!!” bentak si Bapak.

“Ibu sama laki-laki itu sedang tidur, Pak”

“Cuma tidur?” tanya si Bapak lagi dengan tidak sabar.

“Mereka berdua sedang tidur tapi tidak pakai baju.”

“APA ?!?!?! KURANG AJAR !!! SUDAH SAYA DUGA !!!

“DASAR ISTRI SIALAN !!!!”, maki si Bapak.

“INEM !!!”, panggil si Bapak lagi dengan teriak tentunya.

“Iya Pak”

“Cepat ambil tali dan ikat tangan dan kaki mereka berdua, CEPAT !!!”

“Aduh Pak, kalau ini saya benar-benar nggak berani Pak”, jawab Inem

dengan suara yang hampir menangis.

“Dasar kamu bodoh !!! Hayo cepat laksanakan nanti saya kasih uang 1

juta” perintah si Bapak dengan tidak sabar.

Karena diiming-imingi uang, timbul keberanian si Inem. Langsung

diletakkan gagang teleponnya dan larilah dia ke dapur untuk mencari

tali. Setelah didapatkan talinya dengan mengendap-endap Inem masuk

ke kamar majikannya. Dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun,

pertama dia ikat tangan si Pria lalu kakinya.

Kemudian dia ikat tangan dan kaki si Ibu. Tapi sial, karena gugup

tanpa sadar si Ibu terbangun. Melihat Keadaan dirinya yang di ikat, si Ibu

teriak: “INEM. APA YANG KAMU LAKUKAN ?! Kamu mau merampok yah ?!”

“Maaf Bu, saya disuruh Bapak.” langsung si inem lari ke arah telpon,

meninggalkan nyonya majikannya yang berteriak-teriak dengan marahnya

dan si Pria yang mulai terbangun juga.

“Pak, sudah saya ikat Pak” lapor si Inem dengan ngos-ngosan.

“Bagus, sekarang ambil kamera di meja kerja saya …”

“Meja kerja Bapak dimana?”, potong si Inem.

“Gimana sih kamu ini. Itu yang di bawah tangga.”

“Tangga???” si Inem kebingungan

“Di rumah ini kan ngga ada tangganya, Pak. Nggak ada tingkat.”,

timpal Inem.

Hening sesaat.

“Berapa nomor telpon ini?”, tanya si Bapak

“8902076, Pak”, jawab si Inem dengan polos.

“Oh, Maaf ternyata saya salah sambung.”

Arti cinta

Arti cinta

Cinta yang kau miliki semu

Kau mengikatnya di dalam hatimu

Membuat dirimu terluka karenanya

Cinta memang datang tampa kau sadari

Dan akan berlalu layaknya kabut terhapus matahari

Lepaskan cinta itu

Relakan,biarkan dia terbang bersama angin

Atau terkubur bersama jasadnya

Dan akan tiba saatnya

Cinta yang baru datang akan membelai dirimu

Nikmatilah setiap luka

Karena kau akan bertemu bahagia

Hidupmu sangat berarti

Untuk kau ratapi

Percayalah matahari akan menyapa pagi

Dan burung-burung akan selalu menari

Aq tak pernah menikmati arti cinta yang sesungguhnya

Karna cinta tak pernah berpihak padaku

Iya datang begitu saja

Namun

cinta itu pergi begitu saja

Meninggalkan berjuta kenangan indah

Yang membuat hatiku semakin teriris

Jika aq terbang

Maka cinta itu takkan pernah kubawa

Sekarang semua kenanganku telah terkubur

Bersama jasadnya

Dan aq tak tau apa arti hidupku ini

By :Benhawerd.s

Arengka ujung 10 Januari 2002

Barang Milikku Yang Paling Berharga

Aku sangat menyukai ucapan mama : “Barang milikku yg paling berharga adalah kamu!” Ucapan yang sangat menyejukkan hati. dan sampai sekarang aku masih mengingatnya…
Papa dan mama menikah karena dijodohkan orang tua, demikianlah yg dialami para muda-mudi dizaman itu, tapi hal ini sudah umum, tapi dizaman sekarang peristiwa itu sudah jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan sendiri. Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dg papa dan tampak selalu mesra, akur bagaikan pasangan cinta sejoli. Sangat sulit dibayangkan bahwa pernikahan mereka pernah diterjang badai! Badai itu nyaris memisahkan mereka. hanya karena emosi sesaat saja!
Papa dan mama bekerja diinstansi yg sama, oleh karena itu setiap hari berangkat dan pulang bersama. Suatu hari mereka kerja lembur, mengadakan stock opname digudang, hingga pukul 2.00 dinihari dan baru pulang kerumah.
Papa sangat letih dan lapar, sampai dirumah tidak ada makanan maupun minuman yg siap disaji. Papa yg lapar minta mama untuk menyiapkan makanan dan minuman. Beberapa hari belakangan ini emosi mama memang tidak stabil, ditambah lagi dg adanya lembur, badan dan pikiran sungguh melelahkan, sehigga dg kondisi yg labil itu, mama spontan menjawab dg nada keras, ” mau makan dan minum, memangnya tidak bisa masak sendiri? Apa tidak punya tangan dan kaki lagi, ya?”
Karena papa juga terlalu capek, dan langsung menjawab dg acuh tak acuh, “kamu ini isteriku, memasak adalah sudah menjadi kewajibanmu!”
Mama langsung merespon, “tengah malam begini mau masak apa? Sudah lewat waktunya makan, orang laki seharusnya lebih kuat dari pada perempuan!”
Mendengar itu, marahlah papa, beliau langsung berteriak dg emosi, “kamu salah makan obat apa kemarin? Mau sengaja cari ribut,ya? Istri memasak untuk suami adalah wajar, kenapa harus tergantung pada waktu? Kamu tidak senang, ya? Kalau tidak senang, kamu pergi saja sekarang dari rumah ini!!!”
Mama tidak menyangka akan menerima reaksi yg begitu keras. Setelah terdiam sesaat, mama kemudian berkata sambil menitikkan air mata, “kamu ingin aku pergi……..aku akan pergi sekarang!” Mama segera kembali kekamar untuk mengemasi barang2nya.
Melihat mama masuk kamar dan berkemas- kemas, papa berkata kepada mama yg membelakanginya, “bagus! Pergi sana! Ambil semua barang2mu dan jangan kembali lagi!”
Beberapa saat kemudian suasana menjadi sunyi senyap, tak ada kata2 kebencian lagi yg muncul, menit demi menit berlalu, tapi mama tetap tak kunjung keluar dari kamar. Merasakan keanehan itu, papa kemudian menyusul masuk kamar dan melihat mama sedang duduk diranjang penuh dengan linangan air mata. Sambil menatap koper kulit besar yg masih tergeletak diatas ranjang. Melihat papa datang, dg ter- isak2 mama berkata, “duduklah diatas koper kulit itu, supaya aku boleh mengenang masa2 perpisahan kita yg terakhir.”
Merasa aneh, maka dengan sendu papa akhirnya tidak tahan juga untuk tidak bertanya, ” “untuk apa?”
Sambil menangis dg ter-putus2 mama berkata, “emas dan perak aku tidak memilikinya,” tapi milikku yang paling berharga adalah kamu!” Kamu dan anak2ku, aku tidak memiliki apapun….”
Meskipun kejadian itu telah lewat lama sekali, tapi aku masih mengingatnya terus sampai sekarang. Apalagi ketika mama mengucapkan kata2 terakhir itu, papa merasa sangat tergoncang, sejak malam itu, papa telah diubah dan telah menjadi sangat hormat dan sayang kepada mama. Menggandeng tangan anak2, merangkul mama serta senantiasa saling berpelukan. Kelak aku juga bercita- cita ingin mendapatkan pasangan yg seperti papa.
Kehidupan apapun yg kita jalani ini, itu tidaklah penting; tapi yg terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi hidup ini, terutama disaat-saat badai itu muncul.”
Dari milis sebelah

Dang Sumpahonokku

Dang Sumpahonokku

Dang Hurippu Hasian

Ikkon Muba Rohami

Dipargaulantta Natogu

Nasa Leleng On

Hape Songoni Denggan

Ma Rohani Natorasta

Manjalo Hita Napatogu Padan i

Laos Di putuson Ho

Tung Hancit Pe Hasian

Pambahenanmu Na Tuahu

Dang Sumpahonokku Ho

Dang Maranak Marboru

Ai Jaloonmudo Upani Namangose Padan

Uhum Portibi Da Ito Sotarambatan

Jaga Maho Disi

Sai Horas maho Ito

Tu Na Pinillit Mi

Tung Naso Pola Marsak Rohakki

Alani Ho Ito

Ai Adong Dope

Lao Panggatti Mi

Ito Da Hasian

 

 

Tudia Luluakku

Tudia Luluakku

Sa Brngin Na Bagas

Hundul Ma Sasada Ahu

Huhut sai tumatangis

Marningot Ho Ito

Dao Sian Lambungki

Da Hasian

Tudia Luluakku Ho Ito Da Hasian

Tudia Jalahakku Ho Ito Pargaulan

Sega Do Ahu Sega Doa Ahu

Molo So Jumpang Dohot Ho

Di Bagasan Borngin I

Sai Marsumpah Ahu Ito

Asadao Ho Sian Pikkiragki

Alai Soboi Tarbahen Ahu

Mangalupahonko Da Hasian

Tudia Luluakku Ho Da Hasaian

Tudia Jalahakku Ho Ito Pargaulan

Sega Do Ahu Sega Do Ahu

Molo So Jumpang Dohot Ho

Hujua Do Nian Sudena Hatami Ito

Namandok Ikkon Ho Saut Diahu

Hape Dinaso Panagamanki Da Hasian

Borhat Doho Lao Manadikkon Ahu

Janjim Do Namandok Songon Bagas Ni Tao Toba

Holongni Rohami Tuahu Ito

Tudia Luluakku Ho Ito Dahasian

Tudia Jalahakku Ho Ito Pargaulan

Sega Doahu Sega Doahu

?Molo Sojumpang Dohot Ho