Contoh Liturgi Natal

Perayaan Natal

 

Thema         :       

 

Sub thema  :      

 

 

  1. Persiapan
  2. Prosesi

iii.         Ibadah

  1. Panggilan ibadah

L: Hari ini kita merayakan keselamatan kita. Keselamatan itu berlangsung dalam peristiwa yang sangat biasa. Seperti malam ini, kita mengingat Yusuf dan Maria, yang tidak memperoleh tempat penginapan di Bethlehem. Tetapi dalam keadaan seperti itulah Jurus’lamat datang. Demikianlah peristiwa keselamatan berawal dari kesederhanaan, kesunyian dan ketenangan. Marilah kita memasuki peribadahan dengan hati yang tertuju kepada sang pemberi keselamatan dan hidup, Tuhan Yesus Kristus.!

 

J; Bernyanyi KJ. No. 123: “S’lamat-s’lamat Datang”

S’lamat, s’lamat datang, Yesus, Tuhanku!

Jauh dari sorga tinggi kunjunganMu.

S’lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;

Damai yang Kaubawa tiada taranya, Salam, salam

Nyanyian malaikat nyaring bergema;  Gembala mendengarnya di Efrata: “Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!

Dalam kandang domba kau dapat bertemu.” Salam, salam!

 

  1. Votum-introitus-doA

P: Dalam Nama Allah Bapa, AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi, amin! Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.

 

J: Kemuliaan bagi  Bapa, dan Anak dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, slalu dan sampai selama-lamanya.

 

P: Marilah kita berdoa:

 Engkau memberikan AnakMu kepada kami untuk menyelamatkan kami dari dosa. Engkau membimbing kami dari kegelapan menuju terangMu, penuhi dan terangilah hati kami dengan RohMu, supaya kami semakin membenci dosa dan mulai merindukan firmanMu yang kudus. Berikanlah RohMu membimbing kami supaya kami bertambah baik dan menjadi teladan sesuai dengan Perintah Tuhan Yesus. Amin!

  1. Bernyanyi No: 101:1 “Alam Raya Berkumandang”

 

Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;

Dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema.

Glo…..ria in excelsis Deo! Glo…..ria in excelsis Deo!

 

  1. Pembacaan alkitab (epistel) mika 5:1-4

 

P: Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

J: Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.

P: Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,

J: Dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia.

P: Demikianlah firman Tuhan, “Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memilihara dala hatinya” Amen!

 

 

 

 

 

  1. Bernyanyi kj. No: 64:1-2 “Bila Ku Lihat Bintang Gemerlapan”

 

  • Bila ku lihat bintang gemerlapan, dan bunyi guruh riuh ku dengar,

Ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.

Maka jiwa ku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau Allahku!”

Maka jiwa ku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau Allahku!”

  • Ya Tuhanku, ‘pabila kurenungkan, pemberianMu dalam penebus,

‘ku tertegun: bagiMu di curahkan oleh putraMu darahNya kudus.

Maka jiwa ku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau Allahku!”

Maka jiwa ku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau Allahku!”

 

  1. Liturgi I “penciptaan”

Prolog: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur.

 

Kejadian 1: 1-2 Kejadian 1: 9-10
Kejadian 1 : 3-4 Kejadian 2 : 7
Kejadian 1 : 5-6 Mazmur 8 : 4
Kejadian 1: 7-8

 

  1. Bernyanyi KJ. No. 120 : 1 “ Hai Siarkan Di Gunung”

 

Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua,

                hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!

                Di waktu kaum gembala menjaga dombanya,

                Terpancar dari langit cahaya mulia.

                Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua,

                hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!

 

  1. Liturgi II

 

Prolog: Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan Hukum Taurat, karena justru oleh Hukum Taurat orang mengenal dosa.

 

Kejadian 6 : 5 Mazmur 51 : 3-4
Kejadian 6 : 6 Mazmur 51 :4-5
Kejadian 6 : 7 Mazmur 51 :5-6
Kejadian 7 : 18-19 Roma 3 : 11-12

 

  1. Bernyanyi KJ. No. 109 : 2+ 7 “ Hai Mari Berhimpun”

 

  • Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t’lah turun menjadi manusia.

Allah sendiri dalam rupa insan! Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

  • Hai para malaikat, angkatlah suaramu, biduan sorgawi, bernyanyilah!

Muliakan Allah, Bapa dalam sorga! Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

  1. Liturgi III (Menerima Firman/Hukum Tuhan)

Prolog: Karena semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, oleh karena itu Allah telah memberikan Firmannya kepada semua orang, agar tetap berjalan menurut firmannya. Dan Allah telah memberikan kasih karunianya, supaya semua orang selamat.

 

Keluaran 20: 1 Mazmur 62 : 12-13
Keluaran 20: 2 Mazmur 103 : 8-9
Keluaran 20: 3 Mazmur 103 : 10-11
Keluaran 20: 4 Mazmur 103 : 12-13

 

 

 

 

  1. Bernyanyi : KJ 110 : 1 “Di Betlehem T’lah Lahir Seorang Putera”

 

Di Betlehem t’lah lahir seorang Putera. Semoga ‘ku menjadi abadi milikNya, Sungguh, sungguh, abadi milikNya.

 

  1. Liturgi IV (Nubuat Kelahiran Tuhan Yesus)

Prolog:

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

 

Yesaya 11 : 1-2 Roma 1 : 3
Matius 2 : 23 Yesaya 7 : 14
Mazmur 2 : 7 Matius 1 : 22-23
Matius 3 : 16-17 Zakaria 9 : 9

 

  1. Bernyanyi kj. NO. 119 :1-2 “ HAI DUNIA GEMBIRALAH”

 

Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu! Di hatimu terimalah!/ Bersama bersyukur bersama bersyukur / bersama-sama bersyukur!

Hai, dunia, elukanlah Rajamu, Penebus!/  Hai bumi, laut/ gunung, lembah/ bersoraklah terus, bersoraklah terus, bersorak-soraklah terus!

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Liturgi v (Kelahiran Tuhan Yesus)

                Prolog   :              

Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

 

Lukas 2 : 10-11 Matius 1 : 21
Lukas 2 : 12-13 Matius 1 : 22-23
Lukas 2 : 14-15 Matius 2 : 1
Lukas 2 : 16-17 Matius 2 : 11

 

  1. Bernyanyi : KJ 118 : 1-2 “ Sunguh Mulia”

 

Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang kudus.

                Duka berakhir; Kristus t’lah lahir. Mari bernyanyi dengan merdu!

                                Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang kudus.

                                Damai ilahi nyata kembali. Mari bernyanyi dengan merdu!

 

  1. Liturgi (Kasih Karunia Allah)

Prolog: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah

 

Lukas 2 : 10-11 Matius 1 : 21
Lukas 2 : 12-13 Matius 1 : 22-23
Lukas 2 : 14-15 Matius 2 : 1
Lukas 2 : 16-17 Matius 2 : 11

 

 

 

 

  1. Bernyanyi KJ. No. 92 1-3 “Malam kudus” (Sambil menyalakan lilin)*

*Penyalaan lilin:

1.Pengkotbah                    :              

2.Ketua panitia natal      :

3.Mewakili Guru              :

4.Mewakili anak didik   :

5.Mewakili orangtua      :

  • Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.

Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus;

Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.

  • Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;

bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:

“Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!”

  • Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat

tercermin bagi kami terus di wajahMu, ya Anak kudus,

cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.

 

  1. Renungan natal
  2. Bernyanyi KJ. No. 99: 1-3 “GITA SORGA BERGEMA” (Sambil mengumpulkan persembahan)

 

  • Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!

Damai dan sejahtera turun dalam dunia.”

Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,

Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, T’rang ajaib!

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

  • Yang di sorga disembah Kristus, Raja yang baka,

lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.

Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;

dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

  • Raja Damai yang besar, Surya Hidup yang benar,

menyembuhkan dunia di naungan sayapNya,

tak memandang diriNya, bahkan maut dit’rimaNya,

lahir untuk memberi hidup baru abadi!

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

 

  1. Pengutusan

P: Ya Allah sumber segala Kasih Karunia! Lihatlah kami umatMu dengan segala keberdosaan kami. Kami mengaku dan sadar bahwa jika kami berjalan sendiri maka kami tidak akan mampu, tapi kami bersyukur kepadaMu ya Tuhan karena Engkau membimbing kami dan masih berkenan kepada kami.

J:             Segala hormat, puji dan kemuliaan hanya bagi Allah sang Raja!

P:            Sekarang kami yakin, karena Tuhan telah hadir dalam hidup kami maka kami akan mendapatkan berkatMu. Berkatilah setiap anak-anakMu yang berada ditempat ini. Bimbinglah mereka menurut kehendakMu, sehingga mereka tahu aturan yang benar seperti yang Engkau berikan kepada kami.

J:             Segala hormat, puji dan kemuliaan hanya bagi Allah sang Raja!

P:            Terimalah kami Ya Tuhan Allah kami dalam KerajaanMu sehingga kami dapat tinggal bersama-sama dengan Engkau dalam kehidupan dunia yang kekal sebagaimana yang telah Engkau janjikan bagi kami. Amin!

 

  1. Doa persembahan-doa berkat-penutup

 

  1. Pembagian hadiah natal

 

Inong Ku Na Burju

Tabo ni ende on ma nian………..manetek ilu bah umbegesa……
cocok ma tu iba naso maramaon

Inong Ku Na Burju
Cipt: Pardamean Sijabat
Voc Duet Sa’Ama

Na Hanciit Do Nian
Di Ho Inong
Panading Ni
Da Amang Parsinuan I
Alai Hu Massit Do Di Ahu
Anak Sasadaon
Paida Ida Ho
Nasai Tarilu Ilu
Sasada Ho Inong
Na Marmudu Muduhon Ahu
Sian Na Menek
Sahat Tu Namagodang Ahu
So Salpu Ganup Borngin
Da Inong
Ia Sojolo Sai
Tumatangis Ho
Dang Hasuhatan Be Ilum
Na Dilage Podoman Mi
Nasai Maraburan
Manangiakkon Ahu
Pos Ma Roham Inang Di Ahu
Anak Na So Maramaon
Panghop Hop Mi
Tung Naso Lupa Ahu Disi
Inang Pangittubu
Inang Da Na Burju
Sai Hu Sumpahon Do Inang
Di Bagasan Rohakku
Pogos Manang Mamora
Ikkon Pasangapon Ku
Ganjang Ma Umur Mi Inang
Paihut Ihut Ahu
Tudia Pe Ahu Lao
Naikkon Boanonku
Inang Pangittubu
Inong Ku Na Burju
Panghophop Mi Di Ahu
Naikkon Ingotong Ku

 

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK
(bahan renungan)

10275980_644773788932784_6290332158597553210_n
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.
Diapun mulai membaca isinya:
“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.
Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.
Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.
Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.
Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.
Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.
Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.
Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.
Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.
Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira……………….
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

 

**copas dari teman

” Sayapku Telah Patah “

“ Sayapku Telah Patah ”

Gambar
Sayapku telah patah, tapi tak menjadi alasan ku akan menahanmu untuk terbang lebih tinggi, itu yang terpikir hari itu saat ku tahu kau memilih yang lain, bukan tak mencintaimu untuk tak menahan pergimu apalagi melontarkan ketidak-setujuanku saat itu . Tapi jauh sebelum itu, ku cukup tahu diri bahwa tak ada hal istimewa dariku untuk harus dipertahankan. Maka ketika kau pergi, ku hanya diam dalam bisuku, dalam pedihnya perasaanku.

Sayapku tak mampu lagi untuk mengepak, tapi itu bukan alasan bagikku tuk memintamu berjalan bersamaku lantas kau tak lagi mengangkasa, Itu yang terpikir hari itu saat kau mengatakan telah memilih hati yang lain, bukan tak mencintaimu untuk tak memaksamu memilihku saja. Tapi jauh sebelum itu, ku cukup tahu diri bahwa aku tak pernah bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Maka ketika kau tak lagi untukku, ku hanya nanar dalam , dalam luka asaku. Dan dalam kekosonganku

Tak usah cemaskanku, sayapku patah mungkin tak mampu membuatku terbang menujumu, tapi jauh di bawah sini doaku selalu melangit untuk kebahagiaanmu, karena tak lagi penting apakah suatu saat ku bisa kembali terbang bersamamu atau tidak, hanya ku ingin kau tetap terbang walau tak lagi denganku.

Tidak usah cemas atas patahnya sayapku, karena kau tahu? untuk mencintaimu dengan atau tanpa sayap pun aku bisa melakukannya. Mungkin kau lupa, sebelum kau memberiku sayap, jauh sebelumnya aku telah mencintaimu, dan itu cukup untuk menjelaskan mengapa aku mampu mencintaimu, bahkan ketika kau tak lagi memilihku.

Aku baik-baik saja dan akan baik-baik saja, selama ku bisa menatapmu dalam doaku. Bahagiamu, bahagiaku… maka ku mohon untuk satu hal itu ,kabulkanlah untukku. Jikapun kau melihat air mataku atau kesakitan di rasaku, tenanglah… itu hanya rindu yang kadang lebih kuat dari tegarku.
Dan tentang ku menghindarimu, semoga tak pernah terpikir olehmu bahwa itu karena kebencian. Tentu saja itu tak mungkin, aku hanya terlalu malu bahwa begitu lama ku tak menyadari sayap yang tak lagi untukku, ku paksa menerbangkanku untuk berada di sisimu. Maafkan aku, untuk tak menyadarinya, menyadari begitu lama memaksamu mencintaiku.
***
Hingga di detik ini, cintaku masih sama bahkan mungkin bertambah, sayangnya satu sayap takkan mampu menerbangkanku. Rinduku pun tetap sama, bahkan perihal sapaan “hari ini” yang meski hanya kebetulan belaka, masih mampu mendetakkan jantungku sama setiap kau menyapaku diwaktu lalu, namun jujur aku takkan mampu dengan kekebetulan apapun itu. Aku tak bisa, di sisimu lantas tak menjadi sesiapa, aku tak bisa.
Jika saja boleh meminta, untuk takdirku. Bagiku tak mengapa jika kau bukan untukku asal kau selalu bahagia.

Doaku

JESUS LOVES HIS CHURCH

Hangalan

Hangalan

Tung aha do inang hangalan ki
Umbahaen matua dagin sora muli
Torop pe doli doli hudongani
Alai dang juppang ahu rokkap ni tondi
Alai dang juppang ahu rokkap ni tondi
Hu bereng anggi nang ibotokki
Namaranak marboru nungnga gabe
Bohama boru buha baju mon
Matua dagin hi sora marnamuli
Matua dagin ki somarnamuli
Inang….
Tung aha do hangalan ki
Tikki di bortian ahu
Inang……
Tung aha do hasolomammu
Naso tarpatupa damang i
Paboa ma inang nalehonokku do tuho
Anggiat tung salpu hangalan ki
Hatahon ma inang pasahatonku do tuho
Anggiat juppang ahu rokkap ni tondi

Boan Ahu Ditangiang Mi

Boan Ahu Ditangiang Mi

Jot jot do ahu inong
Tarilu ilu boru mon
Sai manolsoli ahu
Da inong hu
Di hassitni sitaononkon
Hape songoni leleng ma tutu
Ahu na mangaratto i
Alai so boi dope
Hutongosson da inong
Lao masinapuran mi
So manarita ho
Ale inong pangitubu
Ai anggo di rohakku da inong
Ikkon sonang doho nian
Alai tung ido pe pandokon ni
Bagian lapung i
Hassit do da inong
Hassit na martubapa,
Songon ahu borumon
Gomos loppit tanganmu inonghu
Boan ahu ditangiang mi
Anggiat tung taruli borumon
Di basa basani Tuhan i
Bissan di ngolumon nian inong
Boi hupasangap ho
Alai dang tarbahen ahu dope inong
So manarita tondimi