Telinga sahabatku itu gatal.lalu menggunakan jari kelingkingnya untuk menghilangkan rasa gatal.Karena jari kelingking tidak bisa masuk hingga kedaerah sasaran,rasa gatal tidak hilang.Lalu dia meminjam korek api temannya.Dia ambil satu lalu memasukkannya kedalam telinga,.Kotoran yang di telinga bisa dikeluarkan,dan rasa gatalnya hilang .Baru timbul rasa puas dan cerita berlanjut tentang kotoran-kotoran yang biasa mengganggu dalam tubuh.Kotoran-kotoran yang tidak diundang ini bisa mengganggu aktifitas setiap hari.
Ada yang bercerita,karena makan telor bebek setiap hari dicampur dengan Jamu pasak bumi yang katanya bisa menjaga stamina laki-laki. Seminggu kemudian,bisul muncul didaerah pantat,ketiak dan punggung.Maksudnya menjaga kebugaran,yang muncul justeru bisul didaerah tubuh yang mengganggu kenyamanan.Bisul itu kata paramedis timbul karena “darah kotor”
Mengapa hal-hal kotor itu bisa singgah dalam tubuh manusia? Saya menyimpulkan ,itu bisa saja hadir ditubuh kita karena”gaya hidup” yang tidak sehat. Belum lagi kotoran-kotoron yang sudah melekat dalam pikiran kita,seperti mudah tersinggung karena menyimpan perasaan dendam.Orang demikian saya gambarkan seperti anak korek api,bila mendapat gesekan ke amunisinya langsung terbakar.Sedikit saja tersinggung langsung meledak amarahnya.Kita tentu tidak menginginkan hal-hal demikian.Lalu bagaimana kita merobah bila itu sudah melekat dalam diri kita?
Hanya dengan tekad mau membersihkan diri kita saja dan penguasaan diri kita bisa terbebas. Kita bisa belajar dari kesabaran Ayub mengatasi tekanan cobaan yang menimpa keluarganya.Sekalipun isterinya mempengaruhinya untuk meninggalkan Allah.Ayub berkata,”tak ada rencana Tuhan yang gagal dalam hidupku.”
Sebelum Musa mendapat didikan Allah di padang gurun,dia adalah orang cepat naik darah,impulsif dan sombong.Seandainya Tuhan tidak melatih Musa sebagai penggembala domba di Midian,belum tentu karakternya berubah.Karakter Musa ditolong lewat pengalamannya di padang gurun selama 40 tahun. Pengalaman itu yang menempanya menjadi manusia yang tabah,punya empati dan punya perhatian terhadap sekitarnya .
Gaya hidup yang selalu bergantung kepada Allah saja yang memberi kepada kita kemampuan merubah sifat-sifat negative yang sudah melekat dalam diri kita.
Sebagai penutup ,saya mengucapkan ” SELAMAT BERSIH-BERSIH “
copast dari tetangga
Aku hanyalah seorang anak manusia yang selalu resah akan hari esok,dan aku juga manusia biasa yang tak punya harta benda,selain cinta , kasih sayang dan kejujuran serta kesetiaan ,dan kesabaran...itu aja yang aku punya


