PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK
(bahan renungan)

10275980_644773788932784_6290332158597553210_n
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.
Diapun mulai membaca isinya:
“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.
Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.
Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.
Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.
Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.
Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.
Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.
Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.
Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.
Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira……………….
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

 

**copas dari teman

” Sayapku Telah Patah “

“ Sayapku Telah Patah “

Gambar
Sayapku telah patah, tapi tak menjadi alasan ku akan menahanmu untuk terbang lebih tinggi, itu yang terpikir hari itu saat ku tahu kau memilih yang lain, bukan tak mencintaimu untuk tak menahan pergimu apalagi melontarkan ketidak-setujuanku saat itu . Tapi jauh sebelum itu, ku cukup tahu diri bahwa tak ada hal istimewa dariku untuk harus dipertahankan. Maka ketika kau pergi, ku hanya diam dalam bisuku, dalam pedihnya perasaanku.

Sayapku tak mampu lagi untuk mengepak, tapi itu bukan alasan bagikku tuk memintamu berjalan bersamaku lantas kau tak lagi mengangkasa, Itu yang terpikir hari itu saat kau mengatakan telah memilih hati yang lain, bukan tak mencintaimu untuk tak memaksamu memilihku saja. Tapi jauh sebelum itu, ku cukup tahu diri bahwa aku tak pernah bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Maka ketika kau tak lagi untukku, ku hanya nanar dalam , dalam luka asaku. Dan dalam kekosonganku

Tak usah cemaskanku, sayapku patah mungkin tak mampu membuatku terbang menujumu, tapi jauh di bawah sini doaku selalu melangit untuk kebahagiaanmu, karena tak lagi penting apakah suatu saat ku bisa kembali terbang bersamamu atau tidak, hanya ku ingin kau tetap terbang walau tak lagi denganku.

Tidak usah cemas atas patahnya sayapku, karena kau tahu? untuk mencintaimu dengan atau tanpa sayap pun aku bisa melakukannya. Mungkin kau lupa, sebelum kau memberiku sayap, jauh sebelumnya aku telah mencintaimu, dan itu cukup untuk menjelaskan mengapa aku mampu mencintaimu, bahkan ketika kau tak lagi memilihku.

Aku baik-baik saja dan akan baik-baik saja, selama ku bisa menatapmu dalam doaku. Bahagiamu, bahagiaku… maka ku mohon untuk satu hal itu ,kabulkanlah untukku. Jikapun kau melihat air mataku atau kesakitan di rasaku, tenanglah… itu hanya rindu yang kadang lebih kuat dari tegarku.
Dan tentang ku menghindarimu, semoga tak pernah terpikir olehmu bahwa itu karena kebencian. Tentu saja itu tak mungkin, aku hanya terlalu malu bahwa begitu lama ku tak menyadari sayap yang tak lagi untukku, ku paksa menerbangkanku untuk berada di sisimu. Maafkan aku, untuk tak menyadarinya, menyadari begitu lama memaksamu mencintaiku.
***
Hingga di detik ini, cintaku masih sama bahkan mungkin bertambah, sayangnya satu sayap takkan mampu menerbangkanku. Rinduku pun tetap sama, bahkan perihal sapaan “hari ini” yang meski hanya kebetulan belaka, masih mampu mendetakkan jantungku sama setiap kau menyapaku diwaktu lalu, namun jujur aku takkan mampu dengan kekebetulan apapun itu. Aku tak bisa, di sisimu lantas tak menjadi sesiapa, aku tak bisa.
Jika saja boleh meminta, untuk takdirku. Bagiku tak mengapa jika kau bukan untukku asal kau selalu bahagia.

 

Doaku

JESUS LOVES HIS CHURCH

Hangalan

Hangalan

Tung aha do inang hangalan ki
Umbahaen matua dagin sora muli
Torop pe doli doli hudongani
Alai dang juppang ahu rokkap ni tondi
Alai dang juppang ahu rokkap ni tondi
Hu bereng anggi nang ibotokki
Namaranak marboru nungnga gabe
Bohama boru buha baju mon
Matua dagin hi sora marnamuli
Matua dagin ki somarnamuli
Inang….
Tung aha do hangalan ki
Tikki di bortian ahu
Inang……
Tung aha do hasolomammu
Naso tarpatupa damang i
Paboa ma inang nalehonokku do tuho
Anggiat tung salpu hangalan ki
Hatahon ma inang pasahatonku do tuho
Anggiat juppang ahu rokkap ni tondi

Boan Ahu Ditangiang Mi

Boan Ahu Ditangiang Mi

Jot jot do ahu inong
Tarilu ilu boru mon
Sai manolsoli ahu
Da inong hu
Di hassitni sitaononkon
Hape songoni leleng ma tutu
Ahu na mangaratto i
Alai so boi dope
Hutongosson da inong
Lao masinapuran mi
So manarita ho
Ale inong pangitubu
Ai anggo di rohakku da inong
Ikkon sonang doho nian
Alai tung ido pe pandokon ni
Bagian lapung i
Hassit do da inong
Hassit na martubapa,
Songon ahu borumon
Gomos loppit tanganmu inonghu
Boan ahu ditangiang mi
Anggiat tung taruli borumon
Di basa basani Tuhan i
Bissan di ngolumon nian inong
Boi hupasangap ho
Alai dang tarbahen ahu dope inong
So manarita tondimi

Ungkapan Hati Yang Galau

Aut Sodosa Panikkotan

Doa

Gambar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.